TIMUR PRADOPO/IST
TIMUR PRADOPO/IST
RMOL. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) mengecam tindakan brutal aparat polisi yang menembaki massa di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengakibatkan salah seorang aktivis IMM tewas.
"Kita menyerukan kepada seluruh kader IMM yang ada seluruh kabupaten di Indonesia untuk menggelar aksi solidaritas dan mengutuk tindakan polisi," kata Ketua DPP IMM, Muhammad Sukron, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 24/12).
Selain itu, kata Sukron, DPP IMM juga akan melaporkan tindakan brutal ini kepada Komnas HAM. Apalagi peristiwa ini terjadi setelah tindakan brutal polisi di berbagai daerah mencuat ke publik.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 20:09
Selasa, 28 April 2026 | 20:06
Selasa, 28 April 2026 | 20:02
Selasa, 28 April 2026 | 20:01
Selasa, 28 April 2026 | 19:59
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:47
Selasa, 28 April 2026 | 19:44
Selasa, 28 April 2026 | 19:42
Selasa, 28 April 2026 | 19:34