RMOL. Ledakan bom bunuh diri kembali terjadi di Damaskus, Suriah, di saat dunia sedang memperdebatkan mengenai resolusi terbaru bagi Suriah. Sedikitnya 44 orang telah dinyatakan tewas akibat insiden tersebut.
Ledakan bom bunuh diri kali ini ditujukan pada dua gedung keamanan yang terletak di ibukota Suriah. Bom kali ini menyebabkan jalanan di Damaskus dipenuhi potongan tubuh manusia yang terlempar. Korban tewas akibat ledakan ini sebanyak 44 orang, sedangkan korban terluka berjumlah 166 orang.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden ini. Tetapi juru bicara Kementerian Luar Negeria Suriah Jihad Makdesi menduga ini dilakukan oleh teroris.
"Pihak teroris mencoba untuk melakukan sabotase atas perubahan yang hendak dilakukan di Suriah," ucap Makdesi seperti dikutip
Associated Press (Sabtu 24/12).
Amerika Serikat mengecam keras aksi penyerangan ini, karena serangan tersebut terjadi di tengah kunjungan tim pemantau ke Suriah untuk membahas keamanan di negara itu.
Sementara PBB sendiri bermaksud untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap pemerintah Suriah sejak Presiden Bashar Assad mengerahkan pasukan militer dalam mengatasi aksi protes anti-pemerintah. PBB memperkirakan tindakan represif Assad ini sudah memakan korban nyawa hingga 5 ribu warganya.
[ysa]