Berita

ilustrasi

Ini Bantahan Pramono Anung Soal Tuduhan Boros ke Pimpinan DPR

KAMIS, 22 DESEMBER 2011 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Alokasi anggaran untuk kelima pimpinan DPR mencapai Rp 48 miliar memang berlebihan. Tapi Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengaku menyerap anggaran tidak terlalu banyak.

"Saya tidak lebih dari dari 12 persen, tidak lebih dari itu. Saya termasuk orang yang tidak mau memanfaatkan anggaran untuk hal-hal yang tidak perlu," ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/12).

Dia mengaku tidak pernah memaksakan diri ke luar negeri jika tidak terlalu penting. Seluruh pimpinan DPR, katanya, menyerap anggaran rata-rata di bawah 20 persen. Secara keseluruhan paling hanya 12 persen anggaran yang dipakai.


"Jadi jangan lihat kesalahan pimpinan ya. Kalau pimpinan mau keliling dunia tiap hari kan bisa. Tapi untuk apa kalau tidak ada manfaatnya. Padahal kalau kunjungan muhibah itu pimpinan bisa setahun empat kali. Tetapi rata-rata hanya sekali dipakai. Bahkan Pak Taufik (Kurniawan) belum pernah kunjungan muhibah," ujarnya.

Lagipula, pimpinan tidak tahu menahu mekanisme penganggaran karena tidak ikut dalam pembahasan anggaran di Badan Anggaran.

"Memang yang sering kurang itu justru di komisi-komisi. Seringkali mereka kekurangan," ungkapnya.

"Beginilah, yamg mengkritik itu harus paham terlebih dahulu. Kalau memang benar katakan 7 miliar yang digunakan pimpinan, itu wajib dikritik," tandasnya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya