Berita

Polri: Peristiwa Pemenggalan Terjadi di Sungai Sodong

KAMIS, 15 DESEMBER 2011 | 15:37 WIB | LAPORAN:

RMOL. Menurut Mabes Polri, video kekerasan yang diungkap di DPR kemarin adalah rekaman peristiwa kekerasan antara Pam Swakarsa perusahaan swasta dengan warga Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Hilir, Sumatera Selatan. .

"Kalau kita lihat dari tayangan video itu adalah peristiwa yang terjadi pada 21 April 2011, dimana saat ada kegiatan panen di kebun kelapa sawit. Ada warga merasa itu lahan milik mereka," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli kepada wartawan di Mabes Polri beberapa saat lalu (Kamis, 15/12).

Saat itu, bentrokan fisik meledak karena warga dilarang memanen di perkebunan milik perusahaan swasta. "Ada yang meninggal dua orang dari warga. Akibat itu ada reaksi dari warga Sungai Sodong," ucapnya.


Aksi balas dendam warga coba diredam polisi. Saat itu ada sekitar 400 warga yang mendatangi camp pekerja di perusahaan itu. Karena diserang, para pegawai perusahaan melarikan diri dengan meninggalkan camp. Tapi tak semua berhasil selamatkan diri.

"Yang meninggal di tempat ada lima orang. Yang dipenggal dua orang dari pihak Pam Swakarsa perusahaan," katanya.

Dalam kasus itu, polisi sudah melakukan penyidikan dan kasus itu dicap sebagai dampak dari sengketa lahan yang belum terselesaikan. Polisi menangkap enam pelaku sementara proses hukum sudah berjalan sampai tahap P21 (rampung). Tapi masih ada delapan orang buronan DPO yang terlibat tinadk kekerasan yang dilakukan warga terhadap pihak perusahaan.

"Jadi video ini jangan dicampur adukkan dengan peristiwa di Lampung yaitu konflik warga dengan perusahaan Silva Inhutani," katanya.

Konflik tanah yang terjadi di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung dan melibatkan PT Silva itu juga terjadi akibat ketidaksamaan pemahaman dari proses perizinan perusahaan.

"Pada awal 2010 ada dialog untuk menyelesaikan persoalan lahan tersebut," tegasnya.[ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya