Berita

Soal Moratorium Remisi Koruptor, Komisi Hukum Pecah

Raker Kementerian Amir-Denny dan Komisi Hukum
RABU, 14 DESEMBER 2011 | 17:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Komisi III pecah. Ini soal sikap terhadap kebijakan Kemenkum HAM yang ingin memoratorium remisi dan pembebasan bersyarat untuk koruptor, terorisme dan narkotika.

Empat, yakni Fraksi Demokrat, Hanura, Gerindra dan PAN mendesak Kementerian Hukum dan HAM untuk meninjau kembali atau merevisi kebijakannya.

Sementara itu, empat fraksi lainnya, yakni Golkar, PDIP, PPP dan PKS mendesak Kemenkumham untuk mencabut kebijakan tersebut. Sementara Fraksi PKB tidak hadir dalam rapat kali ini.


Salah satu anggota Fraksi Hanura, Syarifuddin Suding mengatakan, fraksinya mendesak Kemenkumham untuk segera meninjau ulang kebijakannya karena pada hakekatnya partai besutan jenderal Wiranto mendukung penghapusan remisi.

"Kebijakan (remisi) ini tidak tidak kita dukung karena (proses pembentukannya) bertentangan dengan hukum," kata Sudding saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/12).

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Yani menyatakan kebijakan moratorium remisi melanggar UU 12/1995, dan PP 28/2006. Karena di dua  peraturan ini dijelaskan bahwa narapidana berhak mendapatkan remisi.

"Sudah jelas ini menentang UU dan PP. Fraksi PPP mendesak agar Kemenkumham membatalkan dan mencabut kebijakannya (untuk moratorium korupsi, teroris dan narkoba)," demikian Ahmad Yani. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya