Berita

ilustrasi/ist

Kiai Dawam Punya Alasan Sebarkan SMS Seruan Pemakzulan SBY

SELASA, 13 DESEMBER 2011 | 16:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengasuh Pondok Pesantren, Al Ishlah, Lamongan, Jawa Timur, KH. Dawam Saleh, mempunyai alasan menyebarkan pesan singkat seruan pemakzulan Presiden SBY ke sejumlah tokoh nasional. Dia menuding, SBY tidak bisa melaksanakan amanat rakyat.

"Korupsi dan banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan, malah ditutupi. Pemilu juga kita yakin curang. Itu tidak dibuka-buka," katanya kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 13/12).

Seruan pemakzulan yang disampaikan oleh alumnus Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo ini bukan ajakan melakukan makar. Karena seruan dia untuk memakzulkan SBY harus ditempuh dengan cara-cara konstitusional. "Yaitu (memakzulkan) lewat DPR, menyatakan hak menyatakan pendapat," jelasnya.


Selain itu, katanya, KPK juga harus menyeret Mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dan mantan Ketua KSSK Sri Mulyani ke Pengadilan Korupsi untuk mempertanggungjawabkan kebijakan bailout Bank Century. Bila memang itu dilakukan KPK, tentu SBY juga akan ikut bertanggung jawab.

"Kan SBY bertanggung jawab atas kebijakan Boediono-Sri Mulani. Dalam pidatonya setelah Rapat Paripurna DPR soal Century, dia kan menyampaikan bertanggung jawab. Nah, kalau Boediono dan Sri Mulyani diseret ke pengadilan, dia harus bertanggung jawab. Itu juga sudah otomatis DPR menyatakan hak menyatakan pendapat," jelasnya.

Lalu apa hubungannya dengan aksi bakar diri Sondang Hutagalung?

"Jadi jangan disia-siakan satu nyawa Sondang. Kematian Sondang itu isyarat dari langit. Meskipun dia tidak menyuarakan, tapi dia melakukan itu di depan Istana Negara. Dan kemudian ada beberapa tanda zaman yang sebenarnya menunjukkan bahwa SBY-Boediono itu nggak berkah," sebutnya.

Dia mengklaim, rakyat sudah tidak betah lagi melihat keadaan seperti ini. Selain itu, masih katanya, para kiai yang ada di desa-desa, yang mengikuti pemberitaan media, setuju dengan seruannya tersebut.

Sebelumnya, Kiai Dawam mengakui telah menyebarkan seruan pemakzulan SBY lewat pesan singkat.

Begini bunyinya:
 
"Pemakzulan SBY adalah wajib. Siapa menunda sampai th 2014 adalah berdosa, jangan sia2kan satu  nyawa Sondang. Sampaikan ini kpd siapa saja. Wass. KH. Dawam Saleh, Pengasuh Ponpes al-Ishlah, Lamongan." [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya