Berita

miranda goeltom/ist

MIRANDA MASIH DICEGAH

Amir Syamsuddin Cuma Jalankan Perintah Saja

SELASA, 13 DESEMBER 2011 | 14:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin mengatakan, perpanjangan masa pencegahan Miranda Goeltom ke luar negeri adalah permintaan KPK, bukan inisiatif instansinya.

Demikian disampaikan Menkum HAM, Amir Syamsuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (13/12).

“Ya, itu permintaan KPK, kami laksanakan, ini diperpanjang, saya lupa tanggalnya sampai kapan, tapi biasanya perpanjangan itu selama 6 bulan sampai dengan 1 tahun," kata Amir.
 

 
Kemarin, surat pencegahan ke luar negeri dikeluarkan oleh Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM kepada mantan Deputi Gubernur Senior BI, Miranda Swaray Gultom.

Wamenkumham, Denny Indrayana melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (12/12) malam mengatakan, pencegahan ini dilakukan setelah KPK meminta surat cegah Miranda diperpanjang.

"Mulai malam ini telah dikeluarkan kembali perintah cekal kepada Miranda Goeltom," tulisnya.

Denny menjelaskan, pencekalan itu  dikeluarkan berdasarkan kewenangan KPK berdasarkan UU KPK, serta kewenangan yang dimiliki Kemenkumham sesuai UU Keimigrasian. Selain itu, sambungnya, pencekalan ini dilakukan segera sebagai komitmen kuat antara KPK dan Kemenkumham dalam kerjasama pemberantasan korupsi.        

KPK pada 26 Oktober 2010 lalu meminta Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah Miranda Goeltom bepergian ke luar negeri. Permintaan itu berlaku selama satu tahun. Artinya, pencegahan itu berakhir pada 26 Oktober 2011 lalu. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya