Berita

ilustrasi

Kantor Staf Khusus SBY: Penumpukan Energi di Selatan Jawa Harus Diwaspadai

SENIN, 12 DESEMBER 2011 | 07:32 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemerintah dan masyarakat harus terus mewaspadai potensi energi di selatan Pulau Jawa. Kemarin siang (Minggu, 11/12), pukul 13.34 WIB misalnya, terjadi lagi gempa 140 kilometer di baratdaya Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan magnitudo 5,0 SR.

Walau tidak mengakibatkan tsunami dan menimbulkan korban jiwa, gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu memperlihatkan fenomena penumpukan energi yang harus terus diwaspadai.

Asisten Staf Khusus Presiden Wisnu Agung Prasetya mengatakan gempa tersebut  memiliki kesamaan epicenter dengan gempa  6,8 SR di laut selatan Jawa pada 17 Juli 2006, dan  gempa 7,3 Richter tahun 2009 lalu. Gempa ini, lanjutnya, terjadi akibat penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

"Bidang kontak pada epicenter ini merupakan penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia yg selama ini terus terjadi. BMKG Yogyakarta mencatat telah terjadi pergeseran rata-rata tujuh sentimeter setiap tahunnya," ujar Wisnu sambil menambahkan bahwa dari catatan itu terlihat betapa Samudra Hindia termasuk laut selatan Jawa merupakan kawasan rawan tsunami.

Disampaikan, ancaman tsunami untuk epicenter ini, berdasar survei lapangan dengan GPS (Global Positioning System) dan pengukuran jejak ketinggian serta jejak jarak rambahan, terekam data ancaman bahaya tsunami dapat mengancam lokasi di pantai selatan Jawa. dari Kebumen, Cilacap hingga Pangandaran, Sadeng, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

"Kami (Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bansos Dan Bencana) akan meningkatkan koordinasi dengan jajaran pemda dan lembaga terkait agar meningkatkan prakarsa, tindakan dan langkah pengurangan risiko bencana untuk kawasan ini," katanya lagi.

Dia menambahkan, riset dengan pemanfaatan teknologi geodetik seperti Global Positioning System (GPS), untuk melihat deformasi yang mengiringi tahapan mekanisme terjadinya Gempa Bumi (coseismic dan postseismic) salah satu yang bisa dilakukan.

Disisi lain, kawasan yang akan terdampak terhadap risiko gempa bumi dan tsunami, prakarsa masyarakat dan langkah kongkrit pemda dengan pelatihan dan sosialisasi harus didukung dan ditingkatkan.

"Tentu saja, semua upaya ini penting bagi pemerintah untuk mendapatkan evaluasi dari nilai potensi energi pasca bencana alam gempa bumi, agar kita memiliki  input yang semakin banyak guna langkah-langkah mitigasi dimasa yang akan datang," demikian Wisnu. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya