Berita

Agus Suhartono/ist

Panglima TNI: Alutsista TNI Belum Mencapai Minimum Essential Force

SABTU, 10 DESEMBER 2011 | 21:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan, alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia belum mencukupi untuk mencapai minimum essential force. Karena itu butuh penambahan alat pertahanan di tiga angkatan TNI.

Menurut Agus, hal ini dikarenakan penganggaran yang direncanakan belum memenuhi target percepatan pemenuhan alutsista minimum essential force/kebutuhan anggaran
minimal (MEF) Komponen Utama yang direncanakan pada tahun 2012.

"Kita belum mencapai minumum essential force, masih harus ada penambahan," ujarnya usai menyaksikan atraksi terjun payung 416 prajuri TNI Angkatan Udara di Bandara Dumai, Provinsi Riau, Sabtu (10/12).

"Kita belum mencapai minumum essential force, masih harus ada penambahan," ujarnya usai menyaksikan atraksi terjun payung 416 prajuri TNI Angkatan Udara di Bandara Dumai, Provinsi Riau, Sabtu (10/12).

Agus menjelaskan, saat ini alutsista kita belum mencapai tiga rencana strategis
(renstra) untuk bisa dikatakkan maksimal.  Alutsista yang ada saat ini masih dalam tahap permulaan. Indonesia masih perlu melakukan peningkatan bertahap."Baru mencapai tahap awal dan belum penuhi tiga renstra," katanya. 

Peningkatan tersebut tergantung penganggaran yang dikeluarkan oleh negara dalam APBN.  "Untuk tahun 2012-2014 kita ingin ada peningkatan tetapi tergantung pada kesiapan negara dalam menyediakan anggaran untuk pertahanan," ujarnya.

Sebelumnya, di DPR RI, berdasarkan laporan Menteri Pertahanan (Menhan) dalam
pengajuan anggaran dan Rencana Awal Kerja Pemerintah Tahun 2012, Kemhan dan TNI mendapat alokasi anggaran Rp 61,5 triliun atau naik sekitar 29,5% dari sebelumnya Rp. 47,5 triliun. Namun, dari kenaikan tersebut sebagian besar digunakan untuk belanja operasional seperti gaji pegawai dan belanja barang operasional. Sedangkan, program Pemenuhan Alutsista MEF Tahun 2012 baru dianggarkan Rp 6 triliun.

Agus mengatakan, Indonesia masih membutuhkan penambahan alat pertahanan seperti
tank, kapal perang, pesawat tempur dan pesawat Hercules. Saat ini, alat yang ada
sudah bisa digunakan secara maksimal. "Dari 20 Hercules, yang sudah dioperasikan atau terbang ada 12. Itu sudah cukup maksimal digunakan," ujarnya.

Selain itu, Agus juga menjelaskan TNI saat ini mempersilakan daerah-daerah
menghibahkan alutsista kepada Kementerian Pertahanan apabila daerah mampu dan
memerlukan pengamanan untuk wilayahnya. Kementerian Pertahanan akan menyerahkan alutsista hibah tersebut kepada pasukan TNI.

"Silakan pemerintah daerah yang merasa mampu dan memerlukan untuk mengamankan wilayahnya karena kondisi alutsista TNI di wilayah tersebut kekurangan," ujarnya.

Alutsista yang dihibahkan tersebut tidak menutup kemungkinan untuk digunakan oleh
daerah tersebut. Daerah bisa membeli alutsista dan menyerahkan penggunaannya
kepadaTNI. "Namun kami berkomitmen, utamakan daerah yang memberikan hibah tersebut."

Hibah tersebut sudah mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Saat itu Pemda menghibahkan helikopter dan lahan untuk pembangunan markas dan landasan pesawat TNI di wilayah perbatasan Kalimantan.

"Memang ada kekhawatiran seolah TNI menjadi bagian dari daerah. Namun perlu kami sampaikan bahwa pada dasarnya apa yang dihibahkan pemerintah daerah menjadi aset nasional," tegasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya