Berita

hatta-sby

Hatta Lengket ke SBY, PAN Terancam Ditinggalkan Muhammadiyah

SABTU, 10 DESEMBER 2011 | 20:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Keberadaan Partai Amanat Nasional tidak bisa dipisahkan dari parsyarikatan Muhammadiyah. Bahkan, organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini merupakan bidan dari kelahiran partai berlambang matahari biru tersebut.

Tapi, saat ini, dalam pandangan Wakil Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah Abdul Rohim Ghazali, PAN semakin menjauh dari Muhammadiyah. Hal itu dikatakan Rohim kepada Rakyat Merdeka Online.

Rohim mendedahkan tiga contoh kongret bahwa PAN menjauhi Muhammadiyah. Pertama, PAN di bawah kepemimpinan Hatta Rajasa semakin lekat dengan Presiden SBY. Sementara Muhammadiyah beserta jajaran ormas agama lainnnya menyimpulkan bahwa rezim SBY ini banyak melakukan kebohongan.


"Kedua, PAN sama sekali tidak memperjuangkan tokoh-tokoh Muhammadiyah untuk jabatan-jabatan yang menjadi mitra strategis Muhammadiyah seperti di Kemendiknas dan Kemenkes. Ketiga, tokoh-tokoh PAN makin jauh dari Muhammadiyah sehingga dalam banyak moment Muhammadiyah merasa lebih nyaman mengundang tokoh-tokoh dari partai lain," jelas Rohim.

Karena itu, Rohim menyarankan agar PAN berubah kalau mau tetap mendapatkan simpati dari warga Muhammadiyah.

"Kalau PAN tidak mau mengoreksi kebijakan politiknya, bukan tidak mungkin Muhammadiyah menyatakan 'talak tiga' (cerai) dengan PAN," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya