Berita

nasir jamil/ist

PKS Minta KPK Perhatikan Keluhan Adang Darajatun

SABTU, 10 DESEMBER 2011 | 19:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus suap travel cheque yang melibatkan Nunun Nurbaite kepada proses hukum.

"Biarkanlah hukum yang berbicara," kata Ketua DPP PKS Nasir Jamil di Metro TV petang tadi (Sabtu, 10/12).

Diharapkan, tidak ada motif politik dibalik penetapan Nunun sebagai tersangka dan penangkapannya di Thailand.


"Itu harapan kami," jelasnya.

Tapi, Wakil Ketua Komisi III ini yakin Adang Darajatun, suami Nunun, akan memiliki argumentasi terkait penetapan Nunun sebagai tersangka.

"Kalau melihat lihat jalur, katakanlah peristiwa yang terjadi, apa yang diinginkan Pak Adang terkait dengan Ari Malang Judo dan Bu Miranda Gultom juga harus jadi perhatian serius KPK," demikian Nasir, teman sekomisi Adang di Komisi III DPR ini.

Adang memang sebelumnya mempertanyakan kenapa Ari dan Miranda belum juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ari Malangjudo, bekas Direktur PT Wahana Esa Sejati, perusahaan milik Nunun, disebutkan sebagai orang yang menyerahkan travel cheque tersebut kepada sejumlah anggota Komisi IX DPR pada 2004 lalu, yang diduga untuk memuluskan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

Bahkan informasi yang diperoleh Adang dari penyidik KPK, motivator pemberian travel cek itu adalah Miranda. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya