Berita

ist

Jangan Sampai Hatta Rajasa Mengalami Nasib Pahit Seperti Soetrisno Bachir

JUMAT, 09 DESEMBER 2011 | 22:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Setiap kader partai politik wajib mendukung ketua umumnya untuk maju sebagai calon presiden. Kecuali apabila sang ketua umum tidak bersedia untuk didorong sebagai Capres pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari The Indonesian Institute Abdul Rohim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Jumat, 9/12).

Namun, Rohim tampaknya mewanti-wanti, agar Ketua Umum DPP PAN saat ini Hatta Rajasa agar tidak mengulangi pengalaman pahit seperti yang dialami pendahulunya, Soetrisno Bachir (SB). Pada Pilpres 2014, PAN tidak mendorong SB sebagai Capres, dan keputusan mendukung SBY-Boediono juga tanpa persetujuan SB.


"Apa yang terjadi di PAN periode sebelumnya menjadi preseden buruk yang melahirkan luka. Pengalaman pahit itu tidak boleh terulang," ungkap Rohim, Wasekjen PAN era kepemimpinan SB ini mengingatkan.

Karena itu, menurut Rohim, kalau memang dalam Rapat Kerja Nasional PAN yang akan dibuka besok, Hatta ditetapkan sebagai Capres, semua komponen PAN harus mendukung.

"Sekarang momentumnya sudah tepat. Kalau menunggu tahun depan (2013) tentu sudah sangat terlambat. Di samping itu, PAN bisa 'masuk angin' mengingat ada fenomena masuknya beberapa non kader dalam kepengurusan PAN yang berpotensi masuk angin dalam hal penetapan Capres," demikian Rohim.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya