Berita

hatta rajasa/ist

Inilah Kelebihan Hatta Sehingga Pantas Jadi Presiden

JUMAT, 09 DESEMBER 2011 | 20:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Hatta Rajasa memiliki akses lobi politik ke seluruh pusat kekuasaan nasional. Oleh karenanya, ia adalah Capres paling ideal yang akan diusung Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pilpres 2014.

Demikian disampaikan DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Jumat (9/12).

"Bang Hatta dikenal sebagai figur yang mampu menembus semua lini. Ia bisa datang ke Cikeas (SBY), Teuku Umar (Megawati). Itu lini-lini bisa menentukan. Bahkan, Majalah Globe Asia menempatkan Bang Hatta nomor tiga paling kuat di Indonesia setelah SBY dan Ical (Aburizal Bakrie)," kata Bima.


Hal lain yang membuat Hatta paling logis diusung adalah sosok Hatta yang dikenal sebagai tokoh Islam modern dan dekat dengan aktivis.
 
Masih menurut Bima, PAN juga mengusung Hatta sebagai Capres karena kemampuannya dalam bidang ekonomi.

"Buat rakyat, ekonomi adalah nomor satu. Maka pimpinan republik ini harus paham ekonomi," sambungnya.

Apalagi, dalam ekonomi, Hatta kritis dengan liberalisme. Ia pro ekonomi pasar sosial. Dia akan tegas menolak ekonomi neolib. "Lihat saja, (dalam Silaturahmi nasional) besok (Hatta) pasti didaulat menjadi Capres. Esok kita nunggu Hatta ngomong saja," imbuhnya. [arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya