Berita

sahrin hamid/IST

RAKERNAS PAN

Rebut Hati Rakyat, PAN harus Gairahkan Ekonomi Desa

JUMAT, 09 DESEMBER 2011 | 20:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Amanat Nasional harus menjadikan sekitar 70 ribu desa yang tersebar di Indonesia sebagai sarana dan sasaran pengabdian untuk merebut hati rakyat. PAN juga harus memperjelas pemihakan terhadap 19 juta rakyat miskin. Pemihakan itu bisa dilakukan melalui kebijakan politik dari pusat atau perjuangan kader-kader PAN di daerah, baik eksekutif atau legislatif daerah.

Hal itu dikemukakan Ketua DPP PAN Sahrin Hamid kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Jumat, 9/12).

"(PAN) harus menggiring kebijakan APBN/APBD yang mengarah pada perbaikan infrastruktur sarana-prasarana desa, dan stimulus akses ekonomi rakyat desa. Apakah melalui stimulus program ataupun akses informasi masyarakat terhadap program-program pro masyarakat miskin," ungkap Sahrin.


Tak hanya itu, lanjut Sahrin, kader-kader PAN juga harus menjadi ujung tombak di desa-desa yang berfungsi sebagai motor penggerak, mediasi, fasilitator bahkan mengorganisasikan rakyat dalam kelompok-kelompok ekonomi. Sehingga keberadaan partai terasa bermanfaat bagi rakyat.

"Problem-problem kerakyatan ini diformulasikan menjadi aspirasi politik yang diperjuangkan nantinya melalui saluran politik PAN. Dan Rakernas ini, menjadi momentum strategis untuk mengukuhkan komitmen kerakyatan PAN tersebut," sebutnya lagi.

"Insya Allah, jika ekonomi rakyat bergairah dan kader-kader PAN menjadi motor penggerak, maka PAN akan menjadi tumpuan harapan rakyat," sambung mantan Ketua Umum BM PAN yang menyingkat kalimat "harapan rakyat" menjadi HR, inisial Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.

Partai Amanat Nasional akan menggelar Silaturrahmi Nasional dan Rapat Kerja Nasional di Jakarta yang dimulai malam ini hingga Minggu (9-12/12). Pada Rakernas, PAN juga akan meluncurkan tagline PAN Merakyat. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya