Berita

Blitz

Melky Pergi Bersama Setumpuk Prestasi

JUMAT, 09 DESEMBER 2011 | 07:57 WIB | LAPORAN:

Nama Christopher Melky Tanujaya melejit ketika ia mengharumkan nama Indonesia dengan menjuarai olimpiade sains matematika tingkat internasional dan mendapatkan Gold Award 2011 di Singapura.

Siswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa ke Singapura setelah lulus SMP di IPEKA Jakarta ini pun pernah meraih medali perak matematika dalam olimpiade sains nasional tingkat SMP pada 2009.

Setelah pemberitaan berbagai prestasi yang diraih remaja berusia 16 tahun ini sedikit meredup, lima hari lalu (Senin, 5/12), masyarakat Indonesia dikejutkan oleh kabar kematian Melky, sapaan akrab Christopher Melky Tanujaya. Ia meninggal dunia dengan empat tusukan di badannya.

Kapolsek Penjaringan Achmad Ibrahim, saat ditemui Rakyat Merdeka Online di kantornya (Kamis, 8/12), mengatakan kasus Christopher Melky ini pun sudah diambil alih oleh Polres sejak gelar perkara antara Polres dan Polsek pada malam kejadian. Sementara, AKBP Irwan Anwar, di tempat yang sama, menuturkan kronologis pembunuhan Melky.

Senin pagi (5/12), kata Irwan, Melky berpamitan kepada ibunya untuk bermain futsal. Pada pukul 11.00 WIB, Melky dan ketujuh temannya bermain futsal. Di hari yang sama, teman Melky bernama Renold sedang berulang tahun dan akan dirayakan di Puri Indah Mall. Tak berapa lama, setelah Melky bergabung dalam perayaan ulang tahun, delapan orang teman Renold menyusul.

Setelah acara ulang tahun usai, mereka pun sempat bermain di Fun World.

Puas bermain dengan teman-temannya, Melky memilih pulang dengan menggunakan TransJakarta.

Pada pukul 18.40 WIB, seorang saksi bernama Setyo melintas di tempat kejadian perkara, di depan SDN 01 Pluit dan menemukan Melky yang terluka dengan empat tusukan, termasuk di bagian leher.

"Ada tiga kemungkinan dalam kasus ini. Yaitu korban perampokan, persoalan pribadi korban atau persoalan lingkungan keluarga. Fakta yang kami temukan tidak ada barang yang hilang seperti dompet dan handphone, tusukan ditemukan di tempat yang mematikan dan tidak ada nya perlawanan dari korban," kata Irwan sambil menegaskan sedang terus memburu pelaku.

Kabar kematian Melky ini mengejutkan kakaknya, Michael Tanujaya. Tangal 3 November adalah hari terkahir Michael bertemu dengan Melky. Michael sempat makan bersama dengan Melky di Singapura.

Michael adalah mahasiswa semester 7 di Nanyang Technological University (NTU).

"Saya baru pulang ke Jakarta dua hari yang lalu setelah mendengar kabar ini," kata Michael, sambil mengatakan bahwa Melky tidak pernah bercerita secara detail tentang teman-teman dekatnya.

"Yang saya tahu teman-temannya tulus menyayanginya. Ia pun aktif di organisasi, sehingga mempunyai teman banyak," kata Michael, yang ditemui di rumah duka Atmajaya.

Sementara sepupu Melky, Andry Gunawan, mengaku bertemu terakhir dengan Melky pada 6 November lalu. Setelah mendapat kabar kematian Michael, pia yang sedang bekerja di Sidney, Australia ini langsung terbang ke Jakarta.

"Yang saya tahu Melky tidak suka mencari masalah. Melky enam tahun yang lalu dengan Melky yang saya temui November bulan lalu tetaplah sama," kata Andry, yang mengenakan kaos hitam dan celana jeans biru.

Sementara di mata ibu Melky, Norman Susilowati, Melky adalah anak yang periang, jail dan mempunyai cita-cita yang tinggi. Melky selalu yakin atas apa yang dilakukan dan tahu betul kekurangannya sehingga dia berusaha untuk memperbaiki kekurangannya tersebut. Misalnya, Melky belajar keras dan les bahasa Inggris karena dia sadar memiliki kemampaun yang kurang dalam bahasa Inggris ini. Dan, Melky tidak memiliki musuh sama sekali.

"Saya gak nyangka anak saya bisa pergi secepat ini dengan keadaan seperti ini," kata Norman, sambil menahan tetesan air mata.

Sementara itu, beberapa teman Melky yang ditemui di rumah duka menuturkan bahwa Melky adalah anak yang periang, pintar hitung-hitungan, ramah, baik dan banyak teman.

Peti mati di rumah duka menjadi saksi bisu prestasi-prestasi yang telah diraih Melky. Sepatu futsal berwarna orange, kaos futsal, beberapa buku matematika, beberapa sertifikat Gold Award 2011 dan boneka putih dari seorang teman dekat Melky turut menemani tempat peristirahatnya. [ysa]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya