Berita

Staf Khusus SBY: Piramida Garut Menyimpan "Harta Karun"

KAMIS, 08 DESEMBER 2011 | 23:29 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kantor Staf Khusus Presiden memastikan bahwa “piramida Garut” menyimpan "harta karun". Bukan sekadar harta karun biasa, tetapi harta karun yang sangat berharga.

Piramida Garut adalah sebutan yang belakangan populer untuk Gunung Sadahurip atau Gunung Putri di Garut, Jawa Barat. Dalam penelitian di sejumlah lokasi sesar dan patahan untuk mengetahui jejak bencana di masa lalu, Tim Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial menemukan fenomena geologi yang tidak biasa di kawasan itu. Setelah melakukan penelitian mendalam, termasuk dengan menggunakan teknologi pengindraan IFSAR, Tim Katastropik Purba menduga kuat bahwa Gunung Sadahurip adalah piramida yang tertimbun selama beribu-ribu tahun.

Uji carbon dating yang telah dilakukan memperlihatkan bahwa benda man made atau buatan manusia yang tertimbun itu berusia sekitar 10 ribu tahun.

Benarkah ada harta karun yang terkandung di dalam “piramida Garut” itu?

“Benar, ada harta karun yang sangat berharga,” ujar Staf Khusus Presiden, Andi Arief, kepada Rakyat Merdeka Online saat dihubungi beberapa saat lalu (Kamis, 8/12).

“Tetapi bukan emas dan sejenisnya seperti yang dibayangkan banyak orang selama ini, atau seperti yang ada di film-film produksi Hollywood,” sambungnya.

Menurut Andi Arief dibutuhkan penelitian yang komprehensif untuk mengetahui dengan pasti jenis harta karun yang terpendam itu. Mantan Ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) itu mengatakan, dari citra satelit maupun IFSAR yang mereka miliki, tergambar bayangan "harta karun" yang luar biasa dan akan bermanfaat bagi Indonesia juga dunia. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya