Berita

nazaruddin/ist

EKSEPSI NAZARUDDIN

Dibeberkan, Siapa Saja yang Tahu Proyek Wisma Atlet

RABU, 07 DESEMBER 2011 | 11:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perusahaan pemenang proyek Hambalang ditentukan pada bulan April 2010.

Menurut cerita terdakwa kasus suap proyek pembangunan wisma atlet, M. Nazaruddin, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum-lah yang memutuskan bahwa PT Adhi Karya menjadi pemenang proyek Hambalang.

Hal itu uraikan Nazar dalam sidang lanjutan kasus tersebut dengan agenda pembacaan eksepsi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, (Rabu, 7/12).


"Hal itu karena menurut laporan Saudari Mindo Rosalina Manullang kepada Bapak Anas bahwa PT. DGI tidak dapat membantu Bapak Anas untuk memberikan biaya kongres Partai Demokrat yang membuthkan dana sekitar Rp 100 miliar," bebernya.

Sementara PT Adhi Karya, yang dibawa teman Anas, Mahfud Suroso, jelas Nazar, menyanggupi permintaan tersebut hingga akhrinya dimenangkan.

"Dan saya hanya mendengar perintah dari Bapak Anas Urbaningrum kepada Bapak Mahfud agar PT Adhi Karya menyerahkan uang Rp. 50 miliar kepada Yulianis untuk dibawa ke Bandung dalam rangka kongres Partai Demokrat," jelasnya.

Untuk lebih jelas bagaimana detailnya, Nazar menyarankan majelis hakim menanyakan hal tersebut secara langsung kepada Anas Urbaningrum dan Yulianis.

"Saya ingin menyampaikan kepada majelis hakim dan masyarakat, saya memang tidak tahu menahu tentang proyek wisma atlet. Karena saya tidak pernah dilibatkan dalam hal tersebut oleh Bapak Anas," akunya.

"Yang tahu soal ini adalah Bapak Anas Urbaningrum, Saudari Angelina Sondakh, Saudara Mirwan Amir, Bapak Andi Mallarageng, Saudari Yulianis, dan Saudara Mindo Rosali Manullang," demikian Nazar. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya