Berita

DPR Liar, Absensinya "Bodong"

Finger Print Segera Diterapkan
RABU, 07 DESEMBER 2011 | 10:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Tidak mau dibilang lembaganya adalah lembaga politik liar, Ketua DPR Marzuki Alie bersikeras untuk mengaplikasikan sistem absen finger print sesegera mungkin.

"Ini kantor, ini lembaga politik, harus ada kontrolnya. Masa orang bebas keluar masuk, nanti kita dibilang lembaga politik liar. Harus ada aturannya," lugas Marzuki kepada wartawan di gedung parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/12).
 
Namun, dia tidak berani menjamin sistem itu akan langsung berdampak pada tingkat kerajinan legislator menghadiri agenda kerja mereka. Yang dia inginkan hanya agar tak terulang lagi pembohongan publik oleh anggotanya.


"Selama ini yang duduk di ruangan sidang itu tidak sesuai dengan absen. Ada orang yang tidak pernah hadir, tapi absennya 100 persen. Itu kan enggak lucu, malu kita, itu pembohongan publik," kata petinggi Dewan Pembina Partai Demokrat itu.

Dia juga menjabarkan tata tertib DPR pada pasal 243 yang ternyata mengatur tiap anggota DPR wajib membubuhkan absensi melalui absensi elektronik. "Absensi ini akan segera mungkin, kalau bisa tahun ini. Soal anggarannya tidak ada, terserah Ibu Sekjen (Nining Indra Saleh) saja. Saya akan melihat terus perkembangannya," imbuhnya.
 
Badan Kehormatan DPR sendiri, lanjutnya, sudah membuat surat tertulis untuk melaksanakan tata tertib absensi finger print. Marzuki juga meminta partai politik masing-masing anggota mendukung langkah itu. Yang pasti dia sudah lihat sendiri bahwa seringkali ada absen palsu alias bodong di Senayan.
 
"Absen selama ini bodong, orang enggak pernah masuk tapi absensinya 100 persen. Kita nanti akan berikan data yang benar. Saya sudah lihat selama ini banyak absen yang bodong," pungkasnya.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya