Berita

abraham samad/ist

Adhie M Massardi

KPK: Pertarungan Abraham Vs Raja Namrud

Oleh Adhie M. Massardi
RABU, 07 DESEMBER 2011 | 06:01 WIB

ABRAHAM atau Ibrahim berasal dari Babilonia 4-5 ribu tahun SM. Ia adalah pembawa agama wahyu (langit) yang mempercayai adanya Tuhan Yang Mahaesa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala penguasa alam semesta. Yahudi, Kristen dan Islam adalah agama (Samawi) yang dikembangkan keturunan (Nabi) Ibrahim.

Tak heran bila dalam kitab suci ketiga agama ini (Taurat, Injil dan Al Qur’an) terdapat kisah keteladanan Ibrahim sebagai Ulul al-Azmi, nabi tingkat tinggi yang memiliki gelar “kerasulan” sebagaimana Nabi Nuh, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW.

Bagi umat Islam, kisah keteladanan Nabi Ibrahim yang diagungkan adalah ketika mendapat ujian Tuhan untuk menyembelih Ismail, putra kesayangannya, yang kemudian melahirkan ritual suci Idhul Adha, Hari Raya Qurban.


Di kalangan Yahudi dan umat Kristiani, yang banyak dikenang adalah kisah Abraham versus Raja Namrud penguasa negeri Kana’an yang dzalim, korup lagi tamak, dan mengagungkan kekuasaan yang diklaimnya sebagai amanat rakyat yang mempertuhankan dirinya.

Dalam kitab suci, Raja Namrud digambarkan sebagai pembohong besar. Bualannya yang paling dilaknat adalah memanipulasi mandat dan mengubah kekuasaannya menjadi absolut, sehingga dia merasa menjadi tuhan. Tentu saja dengan demikian sangat kebal hukum. Merampas hak-hak rakyat, mengumpulkan kekayaan secara tamak dan tidak halal menjadi biasa.

Pendek kata, kepemimpinan Raja Namrud yang dikawal oleh kekuatan koalisi jahat, telah membawa kerusakan dan penderitaan rakyat di negerinya. Istana menjadi pusat korupsi dan kebohongan yang nyata. Sampai kemudian Abraham geram dan melakukan perlawanan heroik secara spiritual keagamaan, dengan senantiasa memohon bantuan Tuhan.

Niat Abraham mengingatkan dan meluruskan perilaku Raja Namrud yang pembohong, korup dan sok berkuasa, tentu saja, berhasil diputar balik sehingga Abraham di hadapan rakyat dikesankan sebagai orang yang bersalah dan layak dihukum bakar hidup-hidup dalam unggun raksasa. Tapi kebenaran tetap kebenaran. Tak akan hangus dibakar api kedzaliman.

Abraham  pun lolos dari maut. Dengan kekuasaannya yang mutlak, Tuhan mendinginkan api yang membakar Abraham. Sehingga rakyat yang menyaksikan peristiwa ini, tertegun melihat Abraham bahkan bisa berjalan santai di tengah kobaran api.

Tapi kejadian ini tidak juga membuat Raja Namrud sadar diri. Maka untuk dijadikan pelajaran bagi para penguasa korup dan pembual di kelak kemudian hari, Abraham memohon kepada Tuhan agar mengirim pasukan selemah-lemah mahlukNya, yaitu pasukan nyamuk. Nyamuk yang jumlahnya lebih dari 6,7 trilyun itu memang sukses menghisap darah ratusan ribu tentara koalisi bersenjata lengkap, hingga luluh lantak.

Lalu seekor nyamuk yang didesain khusus Tuhan, berhasil menembus otak Raja Namrud melalui lubang hidungnya. Raja Namrud pun kelojotan tak berdaya. Tamat sudah rezim pendusta. Kita tahu, dalam kitab suci Namrud kemudian digolongkan ke dalam orang-orang yang dimuraki Allah.

Pasukan nyamuk yang bisa mengalahkan kekuasaan yang diselewengkan Raja Namrud, dalam pengertian sekarang tentulah rakyat. Sejarah memang sering membuktikan, yang bisa mengalahkan rezim korup bukan kekuatan partai atau pasukan bersenjata, tapi kekuatan rakyat yang bergerak serentak.

Maka ketika muncul nama Abraham (Samad) sebagai pemimpin baru KPK (Komisi Pemberantas Korupsi) yang sudah diloyokan para mafioso, teringat kita kepada Abraham dari Babilonia. Harapan kita, Abraham dari Makasar ini mewarisi ketegaran dan ketulusan Abraham yang dengan petunjuk Allah, berhasil menumpas rezim korup lagi pembohong.  Ewako, Abraham! [***]

 

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya