Berita

BANDARA

Dirjen Perhubungan Udara Lemahkan Peran Negara

MINGGU, 04 DESEMBER 2011 | 12:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Swastanisasi pemeriksaan keamanan kargo yang dilakukan Dirjen Perhubungan Udara melalui SKEP/255/IV/2011 adalah sebagai bentuk pelemahan peran negara.

Seharusnya peraturan mengenai kemananan ini diatur UU. Karena seharusnya hasil pemungutan tarif itu bisa masuk ke APBN. Sedangkan untuk SKEP/255/IV/2011 ini hanya dibuat Dirjen Perhubungan Udara dan pemasukan uang yang diambil dari pungutan keamanan tersebut masuk ke perusahaan yang memenangkan tender.

Menurut Koordinator Investigasi dan Advokasi Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, seharusnya penanganan masalah keamanan kargo ini diselenggarakan oleh negara dan bukan di tenderkan ke swasta.


Hal itu dikatakan Uchok saat jumpa pers di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, (Minggu, 4/12). Hadir dalam konferens pers itu aktivis Assosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil dan  Lembaga Studi Pers dan Pembangunan.

Uchok mencontohkan Thailand, Singapura dan Australia yang menggratiskan biaya keamanan ini karena memang dikelola oleh negara. "Di negara lain, pemeriksaan seperti ini gratis. Karena keamanan adalah tanggungjawab pemerintah dan diselenggarakan pemerintah," tegasnya lagi.

Disebutkan, dengan adanya peraturan tersebut, pengiriman barang per kilogram di bandara dikenakan biaya Rp 1.050 dari biaya semula sebesar Rp. 60. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya