Berita

Indonesia Berutang Budi kepada Palestina

MINGGU, 04 DESEMBER 2011 | 09:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Kepedulian negara-negara Arab saja tidak cukup untuk memerdekaan rakyat Palestina. Karena itu, butuh dukungan seluruh lapisan masyarakat khusunya umat Islam di berbagai dunia untuk mewujudkan kedamaian dan kemerdekaan bagi Palestina.

"Hari ini Aspac hadir untuk menyuarakan dukungan HAM di Palestina yang masih tercederai," ujar Koodinator Komunitas Spirit of Aqsha, Firdaus, kepada Rakyat Merdeka Online di kawasan Bundaran Hotel Indonesia beberapa saat lalu (Minggu, 4/12). Spirit of Aqsha merupakan bagian dari Asia Pasific Community for Palestine (ASPAC Palestina) yang menggelar aksi damai pagi ini.

Firdaus menegaskan diakuinya Palestina oleh badan PBB, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, merupakan titik awal yang bagus. Namun kemerdekaan secara keseluruhan belum tercipta.


Saat ini masih terdapat sekitar jutaan warga Palestina di Jalur Gaza dalam bayang-bayang blokade dan mengungsi sehingga tak jelas hidupnya. Di samping agresi militer Israel menambah penderitaan rakyat Palestina. "Untuk warga Indonesia khusunya, kita jelas berutang budi kepada Palestina atas negara pertama yang mendukung kemerdekaan kita. Mari dukung Palestina merdeka," demkian Firdaus.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Koordinasi Aksi, Laskar Ibrahim, saat menyampaikan orasi. Pengunjuk rasa ingin menunjukkan dan mengharapkan kepada dunia internasional, bahwa pemuda Islam Indonesia mengecam keras penindasan Yahudi atas Palestina.

"Kita tidak akan tinggal diam sampai tercapainya kemerdekaan Palestina. Kami merasa bahwa Yahudi tidak bisa (didekati) dengan (jalur) diplomasi. Bisa dikatakan dengan Yahudi, kita akan melawan dengan (mengangkat) pedang," sambungnya.

Dalam aksi tadi, ribuan umat Islam mengitari kawasan Bundaran HI sambil membentangkan berbagai spanduk dan perangkat aksi lainnya. Beberapa spanduk yang tampak bertuliskan, Harga Mati untuk Kemerdekaan Palestina, Jihad untuk Palestina, Satu Kata untuk Bebaskan Palestina."

Pengunjuk rasa hanya sekitar dua jam berada di kawasan bundaran HI. Setelah sebelumnya melakukan long march dari kawasan Tugu Monumen Nasional, massa kemudian menggelar longmarch ke kawasan Menteng. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya