RMOL. Kepedulian negara-negara Arab saja tidak cukup untuk memerdekaan rakyat Palestina. Karena itu, butuh dukungan seluruh lapisan masyarakat khusunya umat Islam di berbagai dunia untuk mewujudkan kedamaian dan kemerdekaan bagi Palestina.
"Hari ini Aspac hadir untuk menyuarakan dukungan HAM di Palestina yang masih tercederai," ujar Koodinator Komunitas Spirit of Aqsha, Firdaus, kepada Rakyat Merdeka Online di kawasan Bundaran Hotel Indonesia beberapa saat lalu (Minggu, 4/12). Spirit of Aqsha merupakan bagian dari Asia Pasific Community for Palestine (ASPAC Palestina) yang menggelar aksi damai pagi ini.
Firdaus menegaskan diakuinya Palestina oleh badan PBB, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, merupakan titik awal yang bagus. Namun kemerdekaan secara keseluruhan belum tercipta.
Saat ini masih terdapat sekitar jutaan warga Palestina di Jalur Gaza dalam bayang-bayang blokade dan mengungsi sehingga tak jelas hidupnya. Di samping agresi militer Israel menambah penderitaan rakyat Palestina. "Untuk warga Indonesia khusunya, kita jelas berutang budi kepada Palestina atas negara pertama yang mendukung kemerdekaan kita. Mari dukung Palestina merdeka," demkian Firdaus.
Harapan yang sama juga disampaikan oleh Koordinasi Aksi, Laskar Ibrahim, saat menyampaikan orasi. Pengunjuk rasa ingin menunjukkan dan mengharapkan kepada dunia internasional, bahwa pemuda Islam Indonesia mengecam keras penindasan Yahudi atas Palestina.
"Kita tidak akan tinggal diam sampai tercapainya kemerdekaan Palestina. Kami merasa bahwa Yahudi tidak bisa (didekati) dengan (jalur) diplomasi. Bisa dikatakan dengan Yahudi, kita akan melawan dengan (mengangkat) pedang," sambungnya.
Dalam aksi tadi, ribuan umat Islam mengitari kawasan Bundaran HI sambil membentangkan berbagai spanduk dan perangkat aksi lainnya. Beberapa spanduk yang tampak bertuliskan, Harga Mati untuk Kemerdekaan Palestina, Jihad untuk Palestina, Satu Kata untuk Bebaskan Palestina."
Pengunjuk rasa hanya sekitar dua jam berada di kawasan bundaran HI. Setelah sebelumnya melakukan long march dari kawasan Tugu Monumen Nasional, massa kemudian menggelar longmarch ke kawasan Menteng.
[zul]