Berita

PILPRES 2014

Tak Punya Duit, Salah Satu Ganjalan Tokoh Muda untuk Tampil

JUMAT, 02 DESEMBER 2011 | 14:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski sulit untuk muncul pada pemilihan presiden 2014 mendatang, bukan berarti tidak ada peluang sama sekali calon muda untuk bersaing. Pasalnya, masih ada peluang tokoh muda untuk maju.

Pertama, mengamendemen UUD '45 agar memberikan peluang munculnya capres independen. Kedua, kaum muda harus segera masuk ke gelanggang pertandingan dengan berkompetisi dengan sehat di partai-partai politik.

Tapi untuk syarat yang pertama, yaitu mengamandemen UUD 1945 tentu tidak mudah. Karena saat ini, dari seluruh total anggota MPR, hanya anggota MPR dari DPD saja yang berniat untuk melakukan amandemen.


"Anggota MPR dari partai politik kelihatannya belum memberikan peluang untuk itu. Karena itu, wacana amandemen ini pun kelihatan sulit terealisasi," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay.

Hal itu dikatakan Saleh pada acara Perspektif Indonesia yang digelar DPD di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 2/12) dengan tema Siapa Presiden Versi Kaum Muda? Juga hadir sebagai pembicara lain Direktur Polmark Indonesia Eef Saifulloh Fatah, Ketua Balitbang DPP Golkar Indra J Piliang, dan Ketum Umum DPP KNPI Taufan E.N Rotorasiko.

Sedangkan pilihan kedua, bersaing melalui partai politik, juga agak sulit. Karena kaum muda yang terjun ke partai politik butuh waktu yang tidak singkat untuk bisa tampil jadi pemimpin. Kompetisi di partai politik tidak hanya mengharuskan seseorang memilki kapasitas personal, tetapi harus juga memiliki kemampuan finansial. Persoalan finansial ini pastilah menjadi ganjalan tersendiri bagi kaum muda.

"Di Indonesia, faktor uang masih memegang peranan penting. Agar bisa bersaing, seorang politisi perlu modal yang cukup besar. Di samping untuk modal bertanding di internal partai, sang politisi juga memerlukan biaya lain untuk membina jaringan dan konstituen," tandas Saleh. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya