Berita

saleh p. daulay

Tokoh Muda Yakin Kaum Muda Sulit Muncul di Pilpres 2014

JUMAT, 02 DESEMBER 2011 | 13:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ekspektasi banyak kalangan untuk melahirkan calon presiden dari kaum muda pada pemilihan presiden 2014 mendapat sorotan cukup kritis. Pasalnya, wacana capres kaum muda dinilai sangat sulit dengan kondisi dan sistem politik yang ada saat ini.

Dengan kondisi dan sistem politik yang ada, Capres-capres potensial, rasional, dan konstitusional sudah dapat ditentukan sejak sekarang. Mereka masih dari golongan kaum tua dan setengah tua. Karena sistem politik saat ini memprasyaratkan Capres harus didukung partai yang memiliki kekuatan 20 persen di parlemen atau gabungan Parpol.

"Artinya, capres 2014 tentulah berasal dari para pemimpin partai politik, atau yang memiliki investasi di partai politik. Sementara, fakta sosial politik menunjukkan bahwa belum ada kaum muda potensial yang menduduki kursi ketua umum partai politik," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay.


Hal itu dikatakan Saleh pada acara Perspektif Indonesia yang digelar DPD di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 2/12) dengan tema Siapa Presiden Versi Kaum Muda? Juga hadir sebagai pembicara lain Direktur Polmark Indonesia Eef Saifulloh Fatah, Ketua Balitbang DPP Golkar Indra J Piliang, dan Ketum Umum DPP KNPI Taufan E.N Rotorasiko.

Saleh menambahkan sulitnya muncul Capres dari kaum muda didukung pula oleh fakta bahwa partai politik di Indonesia masih menganut konsep self financing. Partai politik masih didanai secara mandiri oleh ketua umum partai. Kondisi ini tentu semakin menguatkan otoritas ketua umum terhadap partai politiknya.

"Mana mungkin seseorang mau mendanai suatu parpol secara gratisan. Pasti ada niat tertentu dibalik motif self financing ini. Setidaknya, sang ketua umum memiliki agenda merebut kekuasaan di 2014," demikian Saleh, yang juga dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya