Berita

CAPIM KPK

Diingatkan, Tawar-menawar Politik DPR akan Membuat KPK Tak Independen

KAMIS, 01 DESEMBER 2011 | 16:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Komisi III DPR diwanti-wanti untuk tidak melakukan tawar-menawar politik dalam menentukan siapa calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasalnya, selain tidak menjamin kualitas pimpinan KPK, praktik semacam ini pun dikhawatirkan akan berimplikasi pada independensi pimpinan KPK.

Bisa jadi, partai-partai pendukung mereka meminta balas budi setelah mereka menjabat nantinya. Bila ini yang terjadi, berarti proses seleksi yang dilakukan telah rusak sejak dari awal.

Menurut Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Kamis, 1/12), dugaan adanya tuntutan balas budi itu bisa saja terjadi. Sebab, wacana yang ada di media saat ini menunjukkan indikasi itu.


"Lihatlah, misalnya, beberapa partai mengekspos calon-calon mereka ke media dan juga mengkritisi calon-calon yang lain. Apa tujuan mereka mengekspos seperti itu? Bukankah di tingkat partai sudah ada badan-badan penelitian yang dapat dipergunakan untuk menelusuri rekam jejak calon?" jelasnya.

"Karena itu, DPR sudah semestinya serius terkait Capim KPK ini. Pilihlah calon yang betul-betul kapabel tanpa ada muatan politik sedikitpun," sambung Saleh seraya mengingatkan. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya