Berita

saleh daulay/ist

CAPIM KPK

Muhammadiyah: Hindari Politisasi Pemilihan Pimpinan KPK

KAMIS, 01 DESEMBER 2011 | 16:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski wewenang pemilihan pimpinan KPK ada di tangan DPR, yang merupakan lembaga politik, namun aspek profesionalitas, integritas, dan rekam jejak calon harus lebih dikedepankan DPR untuk menentukan pilihan daripada aspek-aspek lainnya, terutama aspek politik.

Pasalnya, keberhasilan pemberantasan korupsi di negeri ini sangat terkait dengan aspek profesionalitas, integritas, dan rekam jejak para pimpinan KPK. Oleh karena itu, DPR diminta mengedepankan kepentingan bangsa daripada kepentingan partai dan kelompoknya.

"Saya mencium aroma tidak sedap dari proses pemilihan pimpinan KPK. Masing-masing partai kelihatannya cenderung memberikan nilai sesuai dengan 'kepentingan' partainya. Bahkan, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pun ada yang terkesan menjebak sehingga menyulitkan posisi para calon," ungkap Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Kamis, 1/12).


Selain itu, lanjut Saleh, pemilihan pimpinan KPK harus bebas dari tawar-menawar antarpartai politik. Tawar-menawar seperti ini dapat membawa dampak negatif karena calon yang akan terpilih adalah calon yang paling banyak ditawarkan partai. Sementara calon tersebut belum tentu memiliki kualifikasi sebagaimana diinginkan oleh masyarakat banyak.

"Biasanya, partai A mencalonkan calon X. Lalu partai B katakanlah, mencalonkan Y. Agar calon partai A lolos, maka biasanya mereka akan bargain dengan partai B untuk memilih calon Y. Tetapi sebagai imbalannya, partai B juga harus memilih calon X. Begitu seterusnya dengan calon-calon lainnya," demikian Saleh. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya