RMOL. Sesuai jadwal yang ditelah ditetapkan oleh Komisi III DPR jauh-jauh hari, proses pelaksanaan pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi akan digelar besok (Jumat, 2/12), setelah hari ini dua calon tersisa Zukarnaen dan Bambang Widjojanto mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.
Tapi saat ini berkembang usulan agar setelah uji kelayakan digelar, yang diperkirakan akan berakhir sore, langsung diadakan pemilihan untuk menentukan siapa empat dari delapan calon yang akan jadi pimpinan KPK.
"Kita usulkan malamnya pemilihan empat calon pimpinan KPK dilanjutkan pemilihan ketua. Kan waktunya masih longgar," kata anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
"Kalau saya sih, supaya tidak ada jeda waktu, artinya betul-betul pemilihan ini jangan sampai masuk angin dan segala macam dengan dibawa sampai besok. Ya dilanjutkan saja pada malam. Proses hakim agung, KY juga seperti itu sampai malam," jelasnya.
Untuk memutuskan hal tersebut, pagi ini sebelum menggelar uji kelayakan terhadap Zulkarnaen yang mendapat giliran pertama, Komisi Hukum DPR tersebut akan membahasnya untuk menentukan apakah tetap seperti jadwal semula atau waktu pemilihan dimajukan pada malam hari nanti.
"Ya kita juga akan rapatkan apakah memungkinkan Pak Busyo kita panggil atau tidak malam nanti. Kalau (Busyro) tidak bisa hadir, tidak bisa dilanjutkan (pemilihan). Karena sudah terjadwal dan sudah disampaikan kepada beliau hari Jumat pemilihannya," jelas Sudding.
Sesuai agenda, setelah uji kelayakan, Komisi III DPR akan memanggil Busyro Muqoddas. Ketua KPK itu akan ditanyakan apakah masih bersedia menjadi pimpinan KPK. Bila memang masih bersedia, setelah itu baru digelar pemilihan.
Pemilihan pertama untuk menentukan siapa empat dari delapan calon yang akan menggantikan Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, Haryono Umar, dan M Jasin. Setelah terpilih empat, nama Busyro dimasukkan menjadi lima pimpinan KPK. Setelah itu, dari lima nama ini akan dipilih siapa yang akan jadi ketua.
[zul]