Berita

bambang widjojanto/ist

CAPIM KPK

Hari Terakhir, Bambang Widjojanto Kembali Diuji DPR

KAMIS, 01 DESEMBER 2011 | 07:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hari ini (Kamis, 1/12) merupakan hari terakhir Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terjadap delapan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Hari ini Komisi III Hukum DPR akan mendengarkan visi-misi dua capim KPK tersisa, yaitu Bambang Widjojanto dan Zukarnaen.

Ini adalah kali kedua bagi pria Bambang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. Sebelumnya, Bambang menjalani itu pada saat DPR mencari seorang pengganti Antasari Azhar yang berhenti sebagai pimpinan KPK karena terlibat kasus pembunuhan. Saat itu, Bambang bersaing dengan Busyro Muqoddas dan kalah.

Bambang selama ini dikenal sebagai pengacara dan aktivis anti korupsi. Pria jebolan Universitas Jayabaya dan Universitas of London juga pegiat HAM karena merupakan pentolan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.


Sedangkan Zulkarnain merupakan calon dari Kejaksaan. Pria kelahiran Lubuk Basung, 1 Desember 1951 menghabiskan karirnya di Kejaksaan. Saat ini, jebolan Universitas Sumatera Utara dan Magister Hukum, IBLAM Jakarta 2004 ini menjabat sebagai staff ahli Jaksa Agung.

Baik Bambang dan Zulkarnaen sudah digadang-gadang beberapa fraksi. Bambang antara lain disiratkan akan didukung Golkar, PAN, PPP. Sedangkan Zulkarnaen, didukung partai yang masih menganggap bahwa unsur kejaksaan dan kepolisian harus tetap di pimpinan KPK. Yaitu, Demokrat dan PDI Perjuangan.

Sebelumnya, dua unsur lembaga penegak hukum itu selalu ada di KPK. Pada pimpinan KPK I, Tumpak Hatorangan Panggabean dan Taufikurrahman Ruki masing-masing dari Kejaksaan dan Kepolisian.

Sedangkan pada KPK II, pimpinan dari korps Adyaksa dan korps Bhayangkara adalah Antasari Azhar dan Bibit Samad Rianto. Meski Antasari tidak tuntas dalam memimpin lembaga superbody tersebut itu selama satu periode, karena tersangkut kasus pembunuhan. Antasari kemudian digantikan Busyro Muqoddas. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya