Berita

sby

CAPIM KPK

Yunus Husein Akui Minta Izin SBY sebelum Nyalon

RABU, 30 NOVEMBER 2011 | 17:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Yunus Husein mengakui meminta persetujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelum mendaftar ke Panitia Seleksi Pimpinan KPK. Karena memang, pada saat itu, SBY adalah atasannya.

Yunus menegaskan hal tersebut menjawab pertanyaan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsy dalam uji kelayakan dan kepatutan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/11).

"Saya cerita dulu. Waktu itu pamit ke Pak SBY untuk maju sebagai salah satu pimpinan KPK, saya masih Ketua PPATK. Memang seharusnya saya melapor Pak Presiden. Saya tidak mau nanti ada masalah di belakang. Jadi saya dibolehkan Pak Presiden (untuk mendaftar). Ya seperti itulah dukungannya," bebernya.


Tapi ditegaskan, meski meminta persetujuan SBY, dirinya tidak akan tersandera. "Jadi kalau ditanya apakah saya tersandera, ya (saya) tidak akan tersandera," tegasnya.

Yunus juga menjawab pertanyaan Aboe, apakah hanya akan menangani kasus Gayus Tambunan, bukan kasus besar lainnya. Yunus menjelaskan, pernyataannya menuntaskan kasus Gayus Tambunan hanya sebagai contoh. Namun dia tidak menampik kasus Gayus Tambunan ini sangat unik karena melibatkan banyak pihak.

"Kasus Gayus Tambunan itu cuma sebagai permisalan kasus besar saja. Namun kasus ini (kasus Gayus Tambunan) cukup unik. Banyak yang terlibat saya rasa. Ada jaksanya, ada penyidiknya, ada penjaga rutannya dan lain-lain," demikian Yunus. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya