Berita

abraham samad/ist

CAPIM KPK

Hehamahua-Samad Menang Semangat, Handoyo Tak Bergairah

RABU, 30 NOVEMBER 2011 | 09:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Empat calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di hadapan anggota Komisi III DPR. Keempatnya adalah Abraham Samad, Aryanto Sutadi, Abdullah Hehamahua dan Handoyo Sudrajat.

Di mata anggota Komisi Hukum DPR Nudirman Munir, sejauh ini belum ada calon yang memiliki konsep yang jelas dalam melakukan pemberantasan korupsi.

"Secara konsepsional tidak ada. Malah yang punya konsep dari polisi (Aryanto Sutadi). Meski belum sejalan dengan pemikiran kita," kata Nudirman kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 30/11).


Untuk semangat, politisi Partai Golkar ini mengakui Hehamahua dan Abraham memilikinya. Hal ini bisa dilihat dari janji-janji dan cara mereka menyampaikan pemaparan yang penuh semangat. Namun, berbeda dengan keduanya, Handoyo Sudrajat malah sebaliknya. Selain dinilai tidak bermutu, juga seperti tidak bergairah dalam menyampaikan visi-misi.

"Karena itu saya nggak ngerti kenapa dia (Handoyo) bisa masuk empat besar dari ranking Pansel (Panitia Seleksi Pimpinan KPK)," beber Nudirman.

Soal Aryanto Sutadi, dijelaskan Nudirman, memang memiliki konsep dalam pemberantasan korupsi. Tapi tetap saja, tidak menguaraikan secara detail, apakah misalnya lewat pengembalian uang negara, pembuktian terbalik dan lain sebagainya. "Itu yang tidak ada," jelas Nudirman.

Selain itu, purnawirawan Polri itu juga diakui Nudirman, paling banyak mendapat pengaduan dari masyarakat. Karena memang selama ini, salah satunya, Aryanto mengakui membolehkan menerima gratifikasi dan berbisnis. Meski, kata Nudirman, Aryanto punya alasan melakukan hal tersebut. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya