Berita

suhartono/ist

Kemenakertrans Belum Terima Hasil Survei KPK

SELASA, 29 NOVEMBER 2011 | 16:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sampai saat ini belum menerima salinan hasil survei yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi tentang integritas layanan dari lembaga publik. Pihaknya baru mendengarnya dari media.

"Sampai sekarang kita belum dapatkan," kata Jurubicara Kemenakertrans Suhartono kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 29/11).

Soal KPK akan yang memanggil Kementerian yang bernilai jeblok pada 6 Desember mendatang, Suhartono tidak bisa memastikan apakah Menakertrans Muhaimin Iskandar akan memenuhinya. Tapi yang pasti, katanya, akan ada utusan dari kementeriannya.


"Jajaran Kemenakertrans atas nama lembaga siapapun bisa kesana. Bisa Sekjen, Dirjen, yang menangani langsung pembinaan terhadap pegawai," ujarnya.

Dia memastikan pihaknya telah melakukan perbaikan dan pengawasan agar kasus suap tidak kembali terjadi di lingkungan Kemenakertrans. Faktor suap ini juga turut membuat Kementerian tersebut mendapatkan nilai jeblok, selain karena proses izin menggunakan tenaga kerja asing atau MTA.

Kemarin KPK merilis hasil integritas terhadap layanan publik dari lembaga publik. Hasilnya, Kementerian Agama, Kemenakertrans serta Kementerian Koperasi dan UKM menempati ranking terendah dalam pelayanan publik dan rawan terjadinya praktik korupsi. Masing-masing kementerian tersebut mendapat nilai indeks integritas 5,37,  5,44 dan 5, 52. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya