Berita

busyro muqoddas/ist

Di DPR, Abdullah Hehamahua Juga Sindir Busyro Muqqodas yang Banyak Omong

SELASA, 29 NOVEMBER 2011 | 11:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Sikap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas yang banyak omong belakangan ini membuat gerah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sampai-sampai dalam uji kelayakan capim yang baru, DPR menanyakan soal banyak omongnya seorang penegak hukum. Mungkin ini dilakukan karena mereka tak mau kecolongan, seorang yang banyak omong terpilih menjadi pimpinan KPK.

Adalah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani yang menanyakan hal itu kepada Abdullah Hehamahua yang pagi ini menjadi calon pimpinan yang diuji.

"Apa pandangan Capim tentang pimpinan KPK yang banyak ngomong,” tanya Ahmad Yani yang juga mantan anggota Pansus Century ini, dalam uji kelayakan calon pimpinan KPK di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11).


Abdullah yang kini menjabat penasehat KPK ini kemudian menjawab bahwa dirinya tak setuju kalau pimpinan KPK itu banyak bicara. Banyak omong itu bukanlah tugas pimpinan KPK.

"Saya sepakat kalau pimpinan KPK ini tidak boleh banyak bicara, kecuali halnya pencegahan. (Banyak bicara) itu tugas humas,” cetusnya, Selasa (29/11)

Sebelumnya, Yani sempat salah memanggil Abdullah. Ketika bertanya, Yani sampai dua kali memanggil Abdullah dengan panggilan 'saksi'.  Sontak saja, anggota komisi III lain langsung tertawa. "Saudara saksi, eh, maaf saudara Capim," kelit Yani.[arp]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya