Berita

anggun/ist

Blitz

Anggun C Sasmi, Penyanyi Kelas Internasional yang Tetap Mencintai Indonesia

SENIN, 28 NOVEMBER 2011 | 14:30 WIB | LAPORAN:

RMOL. Menjadi bintang terkenal dan go international merupakan mimpi setiap orang. Namun tidak semua orang bisa meraihnya. Perlu kerja keras untuk mewujudkan impian tersebut hingga menjadi kenyataan.

"Jika kamu bermimpi untuk go international, bangun dari mimpi mu lalu segera wujudkan dan lakukan sesuatu jangan malah tidur lagi," pesan Anggun C Sasmi, yang sudah menjadi artis kelas internasional sejak tahun 1994.

Sejak kecil, Anggun memang tidak sekedar membangun mimpi. Perempuan kelahiran 29 April 1974 sudah mulai bernyanyi sejak usia tujuh tahun. Kepada sang ayah, yang juga seniman ternama Indonesia, Anggun berlatih vokal. Sedangkan telenta memainkan piano ia dapatkan dari sang ibu, yang masih keturunan keraton Yogyakarta. Semua itu tak sia-sia, dan pada usia sembilan tahun, putri pertama dari pasangan Darto Singo dan Dien Herdina ini sudah mulai mencoba untuk menciptakan lagu anak-anak dan mebuat sebuah album.


Pada tahun 1986, ketika masih berusia 12 tahun, Anggun pun sudah meluncurkan album rock pertamanya, Dunia Aku Punya. Album tersebut diproduseri oleh gitaris terkenal Indonesia, Ian Antono. Dan pada tahun 1989, nama Anggun semakin melambung saat ia merilis album Mimpi. Bahkan, single album Tua-tua Keladi pun mendapatkan respon yang baik dari masyarakat. Tidak heran bila pada saat itu, Anggun berhasil meraih penghargaan sebagai Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991.

Namun demikian, Anggun seakan tidak puas dengan semua itu. Di tengah puncak popularitas sebagai lady rocker Indonesia, pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf Internasional. Keputusan besar ini sempat ditentang oleh kedua orangtuanya karena khawatir.

Pada tahun 1997, dengan bantuan  seorang komposer besar Perancis Erick Benzi, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow On The Sahara. Album ini meraih sukses di 33 negara di seluruh dunia. Sementara album La Neige Au Sahara, yang dirilis di Perancis pada 24 Juni 1997, telah mendapat tempat di hati peminat musik di Belgia, Swiss dan Kanada. Single ini pun tercatat sebagai lagu yang paling sering diputar di radio-radio Perancis dan menjadi salah satu Hits Summer 1997.

Anggun pun tak menyangka bisa dinobatkan oleh  AOL, lembaga survei online yang berbasis di Amerika, sebagai peringkat empat Diva Dunia. Ia berhasil mengalahkan Beyonce Knowles yang duduk di peringkat lima. Dalam survei yang diambil pada 13 Maret 2009 lalu itu posisi pertama diraih oleh Kylie Minoque, kedua Vanessa Paradis, ketiga Rihanna, dan keempat Anggun.

Pencapaian karier Anggun mengantarkannya meraih sejumlah apresiasi. Ia dianugerahi penghargaan The Cosmopolitan Asia Women Award pada tahun 2000 serta The Women Inspire Award pada tahun 2002, sebagai penyanyi yang memberi inspirasi kepada seluruh wanita Asia atas kariernya sebagai penyanyi solo asal Asia yang sukses di dunia internasional. Pada Januari 2003, Anggun hadir di MIDEM Awards untuk menerima penghargaan prestisius, Diamond Award, yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Perancis. Penghargaan tersebut mengukuhkannya menjadi salah satu penyanyi berbahasa Perancis tersukses di luar Perancis.

Kini, penyanyi seluruh genre musik mulai dari rock, pop, etnik, jazz, elektronika, urban, house, R&B, hingga hip hop ini menetap di Perancis. Namun Anggun tidak berubah. Ia tetap seperti Anggun yang dulu; ramah dan sederhana. Ia pun tak suka hidup bermewah-mewahan seperti artis luar negeri pada umumnya. Dan meski sudah menjadi warga negara Perancis, Anggun tetap mencintai Indonesia, tentu dengan caranya sendiri. Tak jarang, Anggun menciptakan lagu dengan menggunakan bahasa Inggris, Perancis dan Indonesia sekaligus. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya