syahganda nainggolan/ist
syahganda nainggolan/ist
RMOL. Meski UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua telah ada sejak sepuluh tahun lalu, sejumlah kemelut persoalan dan harapan keadilan yang diimpikan warga Papua belum juga terjawab. Sebaliknya, konflik berikut tuntutan yang terus mengemuka guna menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan bermartabat di bumi Cendrawasih tersebut.
Tapi sayangnya hal ini jarang direspons pemerintah pusat dengan agenda pembangunan yang mampu menyentuh permasalahan pokok. Hal itu dikemukakan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle Syahganda Nainggolan di Jakarta hari ini (Senin, 28/11).
"Inilah akibat rangkaian konflik dan pemicu utamanya tidak mampu dijawab dengan tepat oleh pemerintah pusat. Sehingga setiap saat menimbulkan jurang antara keinginan warga Papua dengan Jakarta. Dengan demikian pembangunan yang di-design untuk Papua tak pernah menghasilkan dukungan yang berarti," jelas Syahganda.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Sabtu, 25 April 2026 | 12:18
Sabtu, 25 April 2026 | 12:03
Sabtu, 25 April 2026 | 12:02
Sabtu, 25 April 2026 | 11:45
Sabtu, 25 April 2026 | 11:16
Sabtu, 25 April 2026 | 10:59
Sabtu, 25 April 2026 | 10:48
Sabtu, 25 April 2026 | 10:27
Sabtu, 25 April 2026 | 10:02
Sabtu, 25 April 2026 | 09:51