Berita

ibas-aliya/ist

Pernikahan Ibas-Aliya Mengingatkan HR pada Kisah Raja Louis XVI dan Marie Antonitte yang Berakhir Tragis

SELASA, 22 NOVEMBER 2011 | 10:19 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pada tahun 1774, Louis-Auguste menjadi raja Perancis di usia 20 tahun. Raja Perancis dari Dinasti Bourbon ini dikenal dengan Raja Louis XVI. Di awal pemerintahan, Louis XVI sangat dicintai rakyatnya.

Belakangan, rakyat sadar, Louis XVI ternyata tidak cakap dalam mengendalikan pemerintahan dan mengurus negara. Rakyat semakin benci karena Louis XVI juga mempunyai istri yang hedonis, Marie Antoinette. Putri bangsawan dari Austria ini suka berbelanja, bersenang-senang dan berfoya-foya.

Rakyat pun tak tahan dengan kepemimpinan Louis XVI dan juga muak dengan sikap hedonis Marie. Mereka protes.


"Kami bahkan tidak bisa membeli roti," begitulah protes rakyat kecil pada waktu itu.

Konon, menanggapi hal ini, Marie Antoinette dengan entengnya berkata, "Kalau begitu, belilah kue (yang lebih murah dari roti)."

Akhirnya rakyat bersatu dan bergerak  menurunkan pemerintahan Louis XVI pada masa Revolusi Perancis. Pada revolusi 10 Agustus, Louis XVI dihentikan dan ditangkap. Tak sampai di situ, pada 21 Januari 1793  Louis XVI dihukum dengan pisau guillotine  dengan tuduhan mengkhianati negara. Begitu juga Marie, pada16 Oktober 1793 dia pun menyusul Loius XVI dan mati di ujung pisau guillotine.

"Kisah di atas membuka mata kita terhadap perilaku elite politik, khususnya perilaku hedonis dan gemar bermewah-mewah yang ditunjukkan oleh keluarga Cikeas," kata Koordinator Petisi 28, Haris Rusly (HR), menanggapi pernikahan super megah antara Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Aliya Rajasa, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 22/11).

Haris mengakui, jodoh itu hak dan ketetapan Allah. Haris juga tidak mempersoalkan siapa menikah dengan siapa atau siapa mencintai siapa. Apalagi setiap pernikahan merupakan salah satu ibadah.

Namun, lanjut Haris, sebagai pejabat negara, keluarga SBY dan Hatta Rajasa berkewajiban memberi contoh dalam mengedepankan hidup sederhana. Bukan memamerkan pernikahan megah di tengah penderitaan dan kemiskinan rakyat yang menganga.

"Pernikahan Pangeran Cikeas super mewah-megah semakin menunjukkan bahwa Presiden SBY dan seluruh pejabat negara tidak punya empati kepada mayoritas rakyat yang hidupnya terlunta-lunta penuh ketidakpastian," tegas Haris.

"Apakah kita tetap mengunci telinga, menutup mata dan menumpulkan hati kita menyaksikan ketidakwarasan ini?" demikian Haris. [ysa]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya