Berita

arwani thomafi/ist

PPP Pahami Kegeraman PAN terhadap Setgab SBY-Boediono

SELASA, 22 NOVEMBER 2011 | 09:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. PPP selama ini termasuk partai koalisi yang menyuarakan perlunya anggota Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintahan SBY-Boediono memahami tujuan utama Setgab dibentuk. Yaitu, selain wadah bersama menggelar diskusi dan mencari jalan tengah untuk percepatan program pembangunan yang akan dilakukan pemerintah, tapi juga harus tetap menjadi ruang bersama untuk mencari solusi yang bisa dirasakan semua anggota Setgab.

Hal itu dikatakan Jurubicara PPP Muhammad Arwani Thomafi kepada kepada Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon pagi ini (Selasa, 22/11).

"Jadi tidak ketika yang menyangkut secara langsung kepentingan pemerintah, maka hal itu menjadi prioritas dari Setgab (untuk dibahas). Tetapi hal-hal yang justru lebih dirasa penting karena menyangkut kepentingan kehidupan demokrasi kita, menyangkut kepentingan masyarakat luas, maka itu menjadi tidak menarik untuk dibicarakan," jelasnya.


Dia menyontohkan isu yang menjadi perhatian Golkar dan Demokrat, dua partai besar dalam Setgab, yang dibahas di Setgab adalah kasus bailout Bank Century. Menurutnya, dua partai besar itu yang mempunyai kepentingan sehingga harus dibicarakan di Setgab. Makanya dia memahami, kenapa PAN ingin mengevaluasi Setgab, bahkan munculnya usul pembubaran Setgab.

"Sikap PAN ini, menurut saya, bisa dipahami. Ini persoalan Pemilu yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan partai kecil dan partai besar. Setgab jangan sampai terjebak pada pendekatan penyusunan pasal-pasal di RUU Pemilu ini untuk adu kuat di dalam Pemilu nanti. Regulasinya harus diatur betul, agar pasal-pasal itu konsisten. Sistem Pemilu kita ini kan proporsional. Jadi harus konsisten terus," tegasnya.

Beberapa partai kecil-menengah memang selama ini mempersoalkan Setgab karena tidak membahas secara bersama-sama tentang RUU Pemilu yang saat ini dibahas di Pansus DPR. Dua partai besar Demokrat dan Golkar ngotot menaikkan ambang batas perolehan suara masuk parlemen dan pengecilan alokasi kursi per daerah pemilihan, yang ditolak mayoritas anggota Setgab. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya