Berita

Golkar: Tak Perlu Main Ancam, Partai Tinggal Bekerja Nyata agar Besar

SENIN, 21 NOVEMBER 2011 | 16:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kengototan Partai Golkar menaikkan ambang batas perolehan minimal suara untuk masuk parlemen dari 2,5 persen menjadi 5 persen bukan untuk membunuh partai-partai besar.

"Nggak. Nggak. Itu semua diserahkan kepada kemampuan partai itu sendiri kan. Partai-partai itu mau besar, mau kecil kan tergantung dari kemampuan partai masing-masing. Kalau partainya mau besar, bagaimana partai itu bisa berbuat sesuatu yang lebih baik bagi masyarakat," kata Ketua DPP Golkar Firman Subagyo kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (21/11).

Karena itu dia menegaskan, tidak ada hubungan dengan Partai Golkar apakah partai tertentu akan besar, kecil, atau malah lenyap dari perpolitikan di Indonesia dengan kenaikan ambang batas parlemen tersebut. Sekali lagi dia mengatakan, kalau partai mau besar, pengurusnya harus berbuat nyata bagi rakyat.


"Sehingga persoalan rakyat diselesaikan oleh kebijakan politik partai. Kalau itu dilakukan, tanpa diminta, partai itu akan besar dengan sendirnya. Jadi nggak perlu pakai ancam. Walaupun kita dorong kayak apa, kalau memang partainya tidak disenangai rakyat. Kan susah (besar)," tegasnya.

Hal itu ia katakan menanggapi agenda PAN yang akan mengevaluasi Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintah pada acara Rapat Kerja Nasional 10-11 Desember mendatang. PAN diyakini evaluasi Setgab karena tidak terima Golkar dan Demokrat ngotot naikkan ambang batas. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya