Berita

Selain Kuatir Digergaji, Demokrat juga Takut Dituding Kemaruk Kekuasaan

SENIN, 21 NOVEMBER 2011 | 09:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Selain soal mengevaluasi Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintah, pada Rapat Kerja Nasional 10-11 Desember mendatang, PAN juga akan membahas, apakah sudah saatnya memutuskan bahwa Hatta Rajasa sebagai calon presiden. Karena sudah ada desakan dari kader dan pengurus PAN di daerah, agar ketua umum partai tersebut segera dideklarasikan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Batoegana, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 21/11), tidak mempermasalahkan, bila memang akhirnya Hatta diputuskan Rakernas sebagai Capres, meski saat ini masih duduk di kabinet sebagai Menko Perekonomian.

"Nggak ada UU yang mempermasalahkan itu. Setiap orang boleh bercita-cita. Setiap kader ingin pimpinannya (yang maju sebagai Capres). Enak atau tidak enak. Tapi nggak salah, silakan saja. Kalau ada partai mengusung si A, si B, kita acungi jempol saja," jelasnya.


Meski begitu, Sutan memastikan partainya tidak akan ikut partai-partai tersebut buru-buru menetapkan Capres. Karena bagi Partai Demokrat, tahun 2011-2013 adalah tahun bekerja. Nah, berikutnya, tahun 2013-2014 barulah tahun politik, menentukan siapa yang akan diusung. "Tidak ada istilah terlambat," tegas Sutan.

Selain itu, masih kata Sutan, calon-calon yang sejak awal diumumkan pasti akan 'digerjaji' oleh orang-orang yang tidak suka. Dia menyontohkan sosok Sri Mulyani, yang langsung ditolak beberapa kalangan bahkan memasang foto mantan menteri Keuangan ini dengan taring dalam setiap aksi. Padahal, kata Sutan, Sri Mulyani tidak bersalah. Begitu juga dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizak Bakrie, kasus lumpur Lapindo langsung diungkit-ungkit.

"(Lagi pula) nggak ada manfaatnya (terburu-buru). Nanti orang bilang (Demokrat) kemaruk banget. Sekarang saja masih jadi Presiden. Pasti orang tidak simpati. Orang akan bilang lihat dulu banjir, infrastruktur rusak. Makanya, kita bekerja dulu saja," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya