Berita

edy ramli sitanggang/ist

UJI KELAYAKAN CAPIM KPK

Politikus Demokrat Harap Unsur Kejaksaan dan Kepolisian Lolos

SENIN, 21 NOVEMBER 2011 | 07:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam UU Komisi Pemberantasan Korupsi tidak disebutkan bahwa unsur Kejaksaan dan Kepolisian harus masuk menjadi unsur pimpinan KPK. Salah satu kriteria yang ditonjolkan adalah soal independensi calon. Meski begitu, diharapkan dua unsur lembaga penegak hukum itu masuk menjadi pimpinan lembaga superbody tersebut.

"Kalau saya pribadi, yang saya lihat harus ada unsur dari penyidik, Kejaksaan atau Polri. Walaupun di UU tidak eskplisit disebutkan. Dengan segala konsekusensi, harus ada itu ," kata anggota Komisi III DPR Edy Ramli Sitanggang kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 21/11).

Dari delapan calon pimpinan KPK yang berlatar belakang jaksa dan polisi adalah Zulkarnain dan Aryanto Sutandi. Edy memaklumi bahwa di KPK terdapat penyidik dan penuntut masing-masing dari Kepolisian dan Kejaksaan. Tapi menurutnya, tetap dibutuhkan pimpinan dari dua unsur tersebut yang akan mengayomi penyidik dan penuntut agar bekerja makimal.


"(Makanya butuh) orang (pimpinan) yang sudah berpengalaman. Seperti penyidikan, penuntutan itu kan melekat sama jaksa. Kalau penyidikan sama Kepolisian. Karena hanya empat yang akan dipilih sedangkan satu sudah daftar tunggu, (Busyro Muqoddas) memang kita dihadapkan dengan pilihan, dimana di sana ada unsur dari Polri dan Kejaksaan," jelasnya.

Kalau memang tidak bisa memilih kedua unsur tersebut, dia menyarankan minimal unsur kejaksaan dalam hal ini Zulkarnaen lolos menjadi komioner KPK dalam fit and proper test yang digelar Komisi III DPR. Dia memilih unsur Kejaksaan, bukan Kepolisian, karena jaksa memiliki dua fungsi sekaligus, penuntutan dan penyidikan. Karena kalau polisi hanya penyidikan.

Meski begitu ada suara yang menolak calon dari Kepolisian dan Kejaksaan. Karena hal ini tidak sejalan dengan semangat pembentukan KPK. KPK dibentuk karena dua lembaga penegak hukum tersebut tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya dalam pemberantasan korupsi. Terkait hal tersebut, politikus Demokrat ini menepis.

"Banyak polisi dan jaksa yang baik. Tapi karena dia masih terkooptasi dengan alam di sekitarnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia tidak mau menjadi pahlawan kesiangan. Kecurigaan itu boleh, tapi tidak boleh serta merta. Saya melihat Zul Karnaen itu bagus, walaupun dia sedikir agak defensif. Walahpun nggak ada manusia yang sempurna," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya