Berita

Abraham Samad

Wawancara

WAWANCARA

Abraham Samad: Saya yang Pertama Dites Agak Grogi Juga Sih...

JUMAT, 18 NOVEMBER 2011 | 08:44 WIB

RMOL.Mendapat giliran pertama menjalani fit and proper test calon pimpinan KPK, Abraham Samad mengaku tenang. Dia mengaku sedikit agak grogi.

“Agak grogi sih. Tapi saya ber­doa kepada Tuhan agar saya di­berikan kekuatan dalam men­jalankan seleksi tersebut,” ung­kap calon pimpinan KPK Abra­ham Samad kepada Rakyat Mer­deka di Jakarta, Selasa (15/11).

Uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK dilakukan Komisi III DPR mulai Senin (21/11) hingga Kamis (30/11). De­la­pan calon dites berlainan hari. Satu orang tiap hari.  

Abraham Samad selanjutnya menjelaskan, sudah memper­siap­kan mental menjalani seleksi ter­sebut. Apabila ditanya menge­nai agenda pemberantasan ko­rupsi ke depan, itu tidak terlalu sulit. Se­bab, dirinya sudah lama bergelut dengan urusan pembe­rantasan korupsi.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa jawaban Anda kalau di­tanya strategi pemberanta­san korupsi?

Kita lihat saja nanti. Bila saya cerita sekarang, itu namanya se­sumbar. Intinya, saya jauh datang dari Makassar, tentu harus ber­buat banyak bagi bangsa dan negara. Lebih baik saya tidak masuk ke KPK bila keberadaan saya tidak berguna. Semangat pem­berantasan korupsi Baha­ruddin Lopa yang saya bawa.

Apa sudah ada partai yang mem­berikan dukungan kepada Anda?

Saya biasa saja. Biarkan pro­ses ini berlangsung secara alami.  Sa­ya tidak terpengaruh dengan ma­salah dukung-dukungan itu. Yang jelas saya lebih fokus mem­­per­siapkan diri dalam mengikuti pro­ses fit and proper test.

Sudah adakah yang menghu­bungi Anda?

Sampai saat ini tidak ada yang menghubungi. Mungkin karena saya orang daerah, sehingga ti­dak terlalu dipantau. Atau saya di­anggap calon yang tidak ter­lalu kuat, sehingga tidak perlu dihu­bungi, ha-ha-ha. Intinya saya ingin proses ini berjalan secara alami, supaya hasilnya alami.

Tanggapan Anda terkait Pe­ngadilan Tipikor di daerah?

Saya melihat bukan masalah kelembagaannya. Tapi kompo­sisi hakimnya yang masih men­jadi masalah. Di Pengadilan Ti­pikor daerah komposisi ha­kim­nya ter­diri dari tiga hakim karier dan dua hakim non karier. Kon­disi ini ber­beda dengan Penga­dilan Tipikor di Jakarta.

Apa­­bila ada masalah dalam pu­tusan de­ngan menggu­nakan mus­ya­wa­rah tidak ter­ca­pai, ma­ka meng­­­gu­na­kan voting. Tentu hakim non karier yang kalah.

Berdasarkan analisa saya se­lama ini, susah sekali kita menda­patkan hakim karier yang bagus dari segi integritas. Itu berpe­nga­ruh pada putu­san­nya.

Apa ini bukan soal kemam­puan hakim?

Saya tidak setuju dengan pen­da­pat itu. Para hakim pasti paham apa yang harus dilakukan. Tapi ini se­mua kembali pada integritas hakim yang mengadili kasus korupsi.

Barangkali dakwaan jaksa yang lemah?

Bisa jadi seperti itu. Banyak faktor yang membuat vonis be­bas. Menurut saya perlu ada eva­luasi dan pengawasan yang ke­tat. Perlu direvitalisasi kembali Pe­ngadilan Tipikor di daerah, bukan dibubarkan.

Ada yang berpendapat Pe­nga­dilan Tipikor daerah tidak efektif?

Menurut saya harus ada eva­lua­si mendalam. Apa penyebab Pengadilan Tipikor di daerah bermasalah. Nanti bisa tahu apa penyebabnya. Lalu kita tahu mau diapakan Pengadilan Tipi­kor itu.

Setelah itu dilakukan perbaik­an dan evaluasi. Namun Pe­nga­di­l­an Tipikor di daerah tetap tidak bisa melahirkan putusan-putu­san yang berwibawa dan adil, suka atau tidak suka dibu­barkan saja. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya