Berita

KTT ASEAN

Polri Harus Waspada, Ada Tiga Potensi Teror Terjadi di Bali

SELASA, 15 NOVEMBER 2011 | 10:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kepolisian Republik Indonesia, khususnya jajaran Polda Bali diimbau mewaspadai dan melakukan deteksi dini secara cermat terhadap situasi keamanan dan ketertiban nasional di Bali menjelang pelaksanaan KTT ASEAN. Mengingat KTT ASEAN ke-19 akan dihadiri banyak pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Baracnk Obama.

"Bukan mustahil, momentum ini jadi inceran para pelaku teror," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane pagi ini (Selasa, 15/11).

Saat ini situasi Kamtibmas di Bali memang relatif aman dan kondusif. Meski demikian aparat keamanan tidak boleh lengah. Sebab jika merunut ke masa lalu, pasca bom Bali I situasi Kamtibmas di Bali relatif kondusif tapi kemudian terjadi aksi teror bom Bali II.


"IPW mengingatkan hal ini karena ada tiga indikasi yang bisa membuka peluang bagi aksi-aksi teror di Bali," terangnya.

Pertama, saat ini masih ada puluhan tersangka teroris yang masih berkeliaran di masyarakat dan belum berhasil diringkus aparat kepolisian. Kedua, beberapa hari belakangan ini aparat Polri berhasil menciduk sejumlah tersangka teroris dari berbagai tempat.  "Penangkapan ini mengindikasikan gerakan terorisme masih cukup kuat dan solid," ungkapnya.

Ketiga, terjadinya aksi-aksi perampokan di beberapa daerah, terutama perampokan terhadap tokoh emas seperti mengindikasikan adanya kelompok-kelompok teror yang sedang menggalang dana, seperti dalam aksi-aksi teror bom sebelumnya.

"Ketiga indikasi ini perlu diwaspadai aparat keamanan, khususnya di Bali. Sehingga event internasional yang berlangsung di Bali tidak tercemar oleh ulah pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya