RMOL. Sejumlah tentara Portugal ikut ambil bagian dalam protes menolak rencana pemotongan gaji dan tunjangan oleh pemerintah dengan alasan pengetatan anggaran negara untuk melepaskan Portugal dari Krisis.
Meski tidak mengenakan pakaian militer, karena negara itu memang melarang tentara mengenakan seragam saat melakukan aksi seperti itu, beberapa tentara terlihat berada di tengah kelompok protes lainnya yang juga terkena dampak dari rencana pengetatan anggaran.
Antonio Lima Coelho, selaku inisiator aksi tersebut, mengatakan bahwa para tentara selalu dituntut untuk siap berkorban namun pemerintah telah mengambil hak mereka dengan mengeluarkan kebijakan yang tergesa-gesa dan tidak tepat.
"Institusi militer adalah organisasi berbentuk seperti piramid. Jika piramid ini menjadi tidak baik, maka kita akan membahayakan disiplin, persatuan dan misi angkatan bersenjata," kata Antonio Lima Coelho sebagaimana dikutip
BBC (Minggu, 13/11).
Meski ada sejumlah anggota militer Portugal yang melakukan aksi protes terhadap rencana pengetatan anggaran pemerintah, namun belum ada komentar resmi dari pihak militer tentang rencana pemerintah itu. Militer Portugal sejauh ini menyatakan mereka tetap berkomitmen terhadap konstitusi negara itu.
Selain Militer sejumlah pegawai di sektor publik juga akan terkena imbas paling besar karena akan ada pemutusan hubungan kerja bagi sejumlah pegawai dan pengurangan gaji serta tunjangan.
[ysa]