Berita

Tahun 2014, Kemenkop Targetkan 50 Ribu Koperasi Online

JUMAT, 11 NOVEMBER 2011 | 13:38 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan sampai 2014 sekitar 50.000 unit koperasi kategori modern bisa di akses online. Untuk memuluskan target ini Kemenkop akan bekerjasama dengan PT Telkom.
 
Menurut Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, koperasi modern yang dimaksud bisa memenuhi tiga kriteria. Pertama, sudah memanfaatkan teknologi informasi secara online. Kedua, sistem data yang terkait dengan anggota tersedia dengan transparan. Ketiga, informasi mengenai koperasi bisa diakses secara umum melalui koneksi internet.

"Artinya penilaian paling penting bagi koperasi modern adalah sudah tersistem secara online dengan anggotanya. Manfaat bagi koperasi yang menerima predikat tersebut, makin mendapat kepercayaan dari anggota maupun masyarakat umum," kata Braman beberapa waktu lalu.


Hingga saat ini, koperasi yang sudah memanfaatkan jaringan online tercatat 623 unit, dengan 90 persen diantaranya berbentuk koperasi simpan pinjam (KSP) dan 10 persen sisanya berupa koperasi primer. Untuk menyukseskan program pencapaian 50.000 koperasi kategori modern, Kementerian Koperasi dan UKM tidak memiliki anggaran khusus. Pemerintah hanya melakukan fasilitasi dan perangkatnya dipersiapkan oleh PT Telkom.

Meski demikian, Braman mengharapkan ada respons dari pengelola koperasi untuk melengkapi operasionalnya dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi. Respons memang tidak diharapkan sekaligus oleh seluruh koperasi di Indonesia yang tercatat mencapai 186.907 unit. Adapun, keinginan agar koperasi di Indonesia memanfaatkan teknologi informasi, utamanya berdasarkan keinginan Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, agar seluruh masyarakat bisa memahami dan mengetahui program serta perkembangan setiap koperasi.

Selain bersinergi dengan PT Telkom, lanjut Braman, Kementerian Koperasi dan UKM juga menjadikan Dinas Koperasi dan UKM setiap provinsi sebagai ujung tombak menciptakan koperasi modern.

"Pejabat dinas setempat kami harapkan mendorong penciptaan koperasi modern sesuai potensi di daerahnya," demikian Braman. [ysa]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Manifesto PRD 1996: Ketika Sekelompok Anak Muda Membuat Penguasa Susah Tidur

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:27

Kanada Minta Warganya Waspadai Wabah Cyclospora sebelum Bepergian ke AS

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:16

BRI Peduli Buka Jalan UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:10

Ganti Kapolri dan Jaksa Agung Diusulkan Barengan

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06

Kemnaker Jamin 134 Pegawai PT Amos Terima Pesangon Rp12,7 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03

Purbaya Ungkap Alasan RI Tawarkan Pajak 0 Persen Selama 50 Tahun di PFII

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:47

KPK Sita Toyota Alphard Diduga Hadiah Proyek Bupati Lalu Ahmad Zaini

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:30

Risiko Perang Terbuka AS-Iran Meningkat Gegara Rebutan Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23

KPK Bantah Kabar Penangkapan Gatot Heroe Hernanda

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:17

Fahira Ungkap Lima Tantangan Anak Indonesia dan Solusinya

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12

Selengkapnya