Berita

PAN Sejak Dulu Minta RUU Pemilu Dibahas di Setgab

RABU, 09 NOVEMBER 2011 | 15:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Amanat Nasional sejak dulu sudah menyarankan agar Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintah SBY-Boediono duduk bersama membahas RUU Pemilu, yang saat ini sedang digodok Pansus di DPR.

"Karena menurut kita, ini persoalan yang strategis. Strategis, kan bukan hanya soal Century, bukan soal impeachment. Ini lebih strategis lagi. Karena ini isunya jangka panjang," ungkap Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada Rakyat Merdeka Online, (Rabu, 9/11).

Sebenarnya, tak hanya PAN, partai besar lain yang ada di Setgab juga menganggap bahwa persoalan RUU Pemilu ini adalah isu jangka panjang. Mungkin, partai besar yang dimaksud Bima adalah Partai Golkar dan Partai Demokrat.


"Maka agak aneh, ada pernyataan kawan-kawan dari partai besar, ini isu jangka panjang. Justru karena isu panjang lah harus dibicarakan. Karena ini soal tatanan dan sistem poitik ke depan," imbuhnya.

Tapi sayang, sampai saat ini belum ada tanda-tanda Setgab akan menggelar pertemuan membahas poin-poin di RUU Pemilu tersebut. "Saya belum mendengar. Justru yang lebih intens berkomunikasi adalah poros tengah. Karena ada kesamaan cara pandang," tandasnya.

Partai politik yang tergabung dalam poros tengah adalah PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura. Mereka menolak usul partai besar soal angka besaran ambang batas dan alokasi kursi per daerah pemilihan. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya