Berita

Pengurus Daerah yang Minta PKS Hengkang dari Kabinet SBY Dituding Reaksioner-Emosional

RABU, 09 NOVEMBER 2011 | 08:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Aspirasi kader PKS di berbagai daerah agar partai itu keluar dari pemerintahan SBY-Boediono ditanggapi santai oleh pengurus pusat partai berlambang berlambang bulan sabit dan padi itu.

"Ya itu kan namanya reaksi-emosional saja sifatnya," kata Bendahara Umum DPP PKS Mahfudz Abdurrahman kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 9/11).

Meski memang diakui anggota Komisi VI DPR ini, bahwa setiap kader secara personal atau pengurus wilayah dan daerah secara kelembagaan berhak menyampaikan aspirasi. Meski semuanya diputuskan oleh Majelis Syuro.


"Kita sih akhirnya, kita arahkan nanti di Majelis Syuro. Kalau sudah diputuskan oleh Majelis Syuro, apa pun keputusannya, ya mereka bakal ikut," terangnya.

Tapi apakah DPP PKS akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Majelis Syro?

"Majelis Syuro itu kan, 99 orang (anggotanya) itu merupakan representasi, sudah mewakili wilayah-wilayah, sudah mewakili dari kalangan ahli bidang-bidang tertentu," jelasnya.

Soal kapan Majelis Syuro akan bersidang, dia menambahkan, sampai saat ini belum ada rencana untuk dipercepat dari jadwal resminya, yaitu Januari tahun depan.

Presiden PKS beberapa hari lalu mengakui bahwa ada belasan DPW PKS yang meminta agar partainya keluar dari koalisi karena salah seorang kadernya dicopot dari Kabinet Indonesia Bersatu II, yaitu Suharna Surapranata dari jabatan Menteri Riset dan Teknologi. Bahkan Ketua DPP PKS Refrizal menyebut 80 persen pengurus PKS di berbagai daerah mendesak agar PKS hengkang dari kabinet SBY. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya