Berita

eva sundari/ist

PILPRES 2014

Eva Sundari: Secara Teknis, PDIP Bisa Saja Calonkan Sri Mulyani

SELASA, 08 NOVEMBER 2011 | 15:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dalam menentukan calon presiden, PDI Perjuangan menetapkannya melalui mekanisme organisasi, yaitu dalam Rapat Koordinasi Nasional atau Rapat Kerja Nasional. Karena itu, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani bisa saja menggunakan partai berlambang kepala banteng itu untuk running for RI-1 pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

"(Syaratnya) dia mampu mempengaruhi beberapa provinsi dan DPC agar diusung. Tapi kalau kita bicara teknis. Jadi itu memang memungkinkan," kata fungsionaris DPP PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 8/11).

Tapi, tegas Eva, partainya adalah partai besar di negeri ini. Sebagai partai besar, masak tidak punya kader sendiri untuk diusung sebagai Capres.


"Jadi belum tentu bisa otomatis. Karena ini masalah kewibawan partai dan penghargaan terhadap kader. Masak (SMI) nggak ngapain-gapaian, hanya karena cari tumpangan (lalu didukung)," ungkapnya.

Bagaimana kalau mengusung SMI untuk Cawapres?

"(Dalam menentukan) Cawapres biasanya dihitung, agar bisa menambah suara kan? Karena PDIP sendiri toh tidak bisa. Sri Mulyani mau jamin apa, wong partainya juga kecil. Kita berhitung agak rasional," ungkapnya.

Dan yang lebih penting, kata mantan anggota Pansus Centurygate ini, partainya memilih opsi C, yang menyebutkan ada pelanggaran hukum dalam kasus bailot Bank Century. Dalam kasus ini, Sri Mulyani, yang berperan sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan disebut terlibat.

"Paling (partai) yang memilih opsi A (yang mau mendukung)," demikian Eva. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya