Berita

Demokrat Paling Berpeluang Usung Sri Mulyani Tapi hanya Cawapres

SELASA, 08 NOVEMBER 2011 | 13:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Meski dibentuk dan didirikan untuk mendorong Sri Mulyani menjadi calon presiden pada pemilihan 2014 mendatang, tapi Partai Serikat Rakyat Indonesia diragukan mampu memenuhi syarat untuk bisa mengajukan calon.

Karena itu, kalau memang berniat running for RI-1, mantan Menteri Keuangan itu disarankan membangun komunikasi politik dengan partai-partai politik, yang punya peluang besar untuk bisa mengusung capres-cawapres, seperti Demokrat, Golkar dan PDI Perjuangan.

"Itu yang harus dibangun sejak awal. Itu yang penting saya kira," kata pengamat politik dari 'The Indonesian Institute' Hanta Yudha saat dihubungi Rakyat Merdeka Online siang ini (Selasa, 8/11).


Tapi menurut Hanta, dari tiga partai di atas, yang paling kecil kemungkinan untuk mengusung Managing Director Bank Dunia itu adalah Partai Golkar. Karena sejak awal sudah terlihat ada permusuhan antara Sri Mulyani dengan Aburizal Bakrie.

"Kalau di PDI Perjuangan, saya melihat agak sulit Megawati untuk memberi itu kepada Sri Mulyani," jelasnya.

Nah, peluang ada di Partai Demokrat. Tapi peluangnya lebih besar, Sri Mulyani dijadikan sebagai calon wakil presiden. Itu pun kalau Capres dari Demokrat laki-laki. "Kalau Ani Yudhoyono (yang diusung jadi Capres), akan sulit juga dia jadi wakilnya," terangnya.

Hanta menambahkan, Demokrat paling berpeluang, karena partai penguasa itu selama ini punya hubungan baik dengan Sri Mulyani. Yaitu, kurang lebih enam tahun bekerja sama dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono di pemerintahan. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya