Berita

Ngawur, Orang yang Mewacanakan Pembubaran Pengadilan Tipikor Daerah

SENIN, 07 NOVEMBER 2011 | 12:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di berbagai daerah yang dibentuk berdasarkan UU 46/2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi baru seumur jagung. Selain itu, proses pembentukannya juga cukup sulit.

"Setelah UU ini ada, Mahkamah Agung itu mengalami kesulitan betul untuk menghadirkan peradilan ini," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online, (Senin, 7/11).

Karena, MA menemukan sejumlah persoalan untuk membentuk pengadilan tersebut di berbagai daerah. Pertama, soal anggaran. Ahmad Yani mengingatkan, pihaknya sempat mengancam Kementerian Keuangan segera mengucurkan dana untuk keperluan mengiklankan proses seleksi hakim pengadilan tersebut baru dikucurkan.


Tak hanya itu, pada awalnya tidak banyak yang berminat untuk jadi hakim. Makanya, sempat beberapa kali proses seleski hakim untuk pengadilan Tipikor di berbagai daerah itu ditunda. "Sekarang sudah terbentuk 33 pengadilan tingkat pertama yang ada ibukota provinsi, 30 ada pengadilan tingginya, dengan biaya cukup besar, kok sekarang mau dibubarkan," tanya Yani.

Karena itu dia menegaskan, orang yang mewacanakan pembubaran Pengadilan Tipikor di daerah itu adalah ngawur. "Dulu kawan-kawan pegiat anti korupsi juga yang menginginkan harus ada peradilan ini," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya