Berita

ist

Lonjakan Terbesar Global Warming Terjadi Tahun 2010

SABTU, 05 NOVEMBER 2011 | 20:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Lonjakan terbesar pemanasan global telah terjadi pada 2010. Hal itu disampaikan oleh para ilmuwan setelah melakukan penelitian tehadap melonjaknya jumlah gas penyebab pemanasan global.

Departement of Energy (DoE) Amerika Serikat mengungkap data penelitian terbaru mengenai emisi karbondioksida yang menyebutkan bahwa jumlah gas penyebab pemanasan global yang menguap ke atmosfir mengalami pelonjakan tajam pada 2010.
"Emisinya sangat besar. Data ini kami diambil mulai dari tahun 1751, bahkan dari masa sebelum terjadinya Revolusi Industri. Belum pernah dilihat sebelumnya 500 juta metrik ton karbon dioksida yang berkembang dalam satu tahun,"  Tom Boden, Dirut dari Carbon Dioxide Information Analysis Center Environmental Sciences Division di Oak Ridge National Laboratory milik DOE, Tennessee, AS.

Terjadi peningkatan 6 persen karbondioksida antara tahun 2009 dan 2010. Tingkat karbondioksida pada tahun 2010 sebesar 9,1 miliar ton atau naik sebesar 512 juta ton  dari tahun 2009 yang sebesar 8,6 miliar ton.

Terjadi peningkatan 6 persen karbondioksida antara tahun 2009 dan 2010. Tingkat karbondioksida pada tahun 2010 sebesar 9,1 miliar ton atau naik sebesar 512 juta ton  dari tahun 2009 yang sebesar 8,6 miliar ton.

Emisi karbondioksida merupakan penyebab utama global warming. Emisi ini biasanya dihasilkan melalui pembakaran bahan bakar fosil seperti pembangkit tenaga listrik, yang bertenagakan batubara dan juga pembakaran kendaraan bermotor. Banyaknya pabrik yang mengeluarkan emisi karbon berlebihan dan terjadinya ilegal logging juga diindikasi sebagai penyebab melonjaknya pemanasasn global tersebut. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya