Berita

Dunia

KRISIS YUNANI

Papandreou Lolos dari Mosi Tidak Percaya

SABTU, 05 NOVEMBER 2011 | 11:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Akhirnya Perdana Menteri Yunani George Papandreou lolos dari ancaman mosi tidak percaya di rapat parlemen setelah partai Pasok (Panhellenic Socialist Movement) yang mendukungnya, meraih 153 dari 300 suara di parlemen.

Padahal sebelum berlangsungnya pemungutan suara, Papandreou telah menyatakan siap mundur dari jabatan yang disandangnya. Bahkan dirinya sendiri sudah demikian pesimis mengingat tugas berat mengakhiri secepatnya krisis ekonomi Yunani.
 
"Saya bahkan tidak peduli bila tidak terpilih lagi. Kini waktunya membuat upaya baru. Saya tidak pernah berpikir menjadikan politik sebagai profesi," kata Papandreou yang dikutip berbagai media internasional termasuk Al Jazeera (Sabtu, 5/11).


Setelah parlemen Yunani memberikan kesempatan padanya untuk tetap memerintah, Papandreou pun langsung menyerukan pembentukan koalisi bersama menangani krisis. Krisis ekonomi yang melanda Yunani kini telah berkembang menjadi krisis sosial dan politik. Untuk itu, menurut Papandreou, dibutuhkan banyak koalisi untuk menyamakan visi parlemen dalam menangani masalah tersebut.

"Kami, para deputi Partai Sosialis, membawa salib reformasi. Tapi satu kelompok di parlemen (saja) tidak cukup. Ini tugas besar dan memerlukan dukungan yang tulus dari semua pihak,'' seru Papandreou.

Keputusan parlemen menyelamatkan Papandreou dari mosi tidak percaya membuat para pemimpin Eropa kecewa. Pasalnya Papandreou memberi sinyal tidak akan mengikuti anjuran Uni Eropa untuk menerima utang baru (bailout) dari Uni Eropa, memangkas anggaran dan menaikkan pajak.

Papandreou menduga bailout baru dari Uni Eropa itu disertai syarat memberatkan pemerintah dan rakyat Yunani. Sementara demonstrasi massa di Yunani tidak kunjung berhenti meminta pemerintah menolak syarat berat dari Uni Eropa.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya