Berita

Saleh husin/ist

Hanura: Poros Kebersamaan untuk Hancurkan Kesombongan Partai Besar Sudah Dibentuk

JUMAT, 04 NOVEMBER 2011 | 14:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Poros tengah yang beranggotakan PKB, PPP, PAN, PKS, Hanura dan Gerindra untuk melawan tiga partai besar Partai Demokrat, Golkar dan PDI Perjuangan terkait peningkatan ambang batas sudah terbentuk. Meski namanya adalah poros kebersamaan.

"Saya lebih senang menyebutnya dengan poros kebersamaan. Jadi ini, kita enam fraksi telah melakukan pertemuan-pertemuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka pembahasan RUU Pemilu. Kita sudah melakukan pertemuan-pertemuan rutin," ungkap Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online petang ini, (Jumat, 4/11).

Politisi yang menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Hanura ini kembali menegaskan bahwa pembentukan poros kebersamaan untuk melawan Demokrat, Golkar, dan PDI Perjuangan, yang gencar menyuarakan peningkatan ambang batas perolehan suara minimal partai politik masuk parlemen dan penyempitan alokasi kursi daerah pemilihan. "Mereka hanya mau menang sendiri, tidak mau melihat kebersamaan," tegasnya.


Karena itu, poros kebersamaan itu berkomitmen mempertahankan apa yang diputuskan dalam rapat Badan Legislasi DPR sebelumnya. "Yaitu, PT (parliamentary treshold) 2,5 persen dan alokasi 3-10 (kursi) per dapil, berlaku secara nasional. Itu yang harus kita pertahankan," tandasnya.

Pernyataan berbeda disampaikan Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim. Dia menegaskan, sampai saat ini belum ada pembentukan poros tengah atau poros lainnya sebagai wadah enam partai. "Saya belum pernah dapat undangan untuk deklarasi itu. Belum ada pertemuan poros tengah," katanya kepada Rakyat Merdeka Online tadi pagi (Jumat, 4/11). [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya